Nasib Honorer di Era Jokowi, Kesempatan Hanya 5 Tahun, hingga yang Dilakukan Jika Tak Lolos Tes CPNS

Nasib tenaga honorer di era Presiden Jokowi, kesempatan ikut tes CPNS hanya 5 tahun, yang dilakukan jika tak lolos seleksi CPNS.

TRIBUN-TIMUR.COM - Nasib tenaga honorer di era Presiden Jokowi, kesempatan ikut tes CPNS hanya 5 tahun, yang dilakukan jika tak lolos seleksi CPNS.

Pegawai non-PNS dan non-Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (non-PPPK) wajib ikut dan lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk dapat diangkat sebagai aparatur sipil negara.

Para tenaga honorer ini diberi waktu selama 5 tahun, sejak 2018 hingga 2003, untuk lolos seleksi CPNS.

Hal tersebut telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen PPPK.

Jika sampai pada batas waktu yang telah ditentukan masih ada tenaga honorer yang belum lulus seleksi CPNS, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara, Reformasi, Birokrasi (KemenpanRB) sebagai pembuat kebijakan ini belum dapat memastikan apakah mereka akan diberhentikan atau tidak.

Namun yang jelas, jika kelak kondisi tersebut terjadi, Kemenpan RB akan "mengembalikan" tenaga honorer ke kementerian tempat dia bekerja untuk dievaluasi.

Kebijakan pemerintah ini lantas menimbulkan respons yang beragam dari para tenaga honorer.

Ada yang menilai aturan ini tepat, banyak juga yang beranggapan sebaliknya.

Dihubungi Kompas.com, seorang tenaga honorer di sebuah lembaga pemerintah non-kementerian yang hanya mau dipanggil dengan nama Nisa, berpendapat bahwa kebijakan ini kuranglah tepat.

Nisa beralasan, tidak sedikit dari tenaga honorer yang usianya tidak lagi muda.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved