Breaking News:

3 Bos Sunda Empire Tersangka, Lihat Foto Sebelum dan Sesudah Pakai Baju Tahanan, Masih 'Gagah'?

3 Bos Sunda Empire Tersangka, Lihat Foto Sebelum dan Sesudah Pakai Baju Tahanan, Masih 'Gagah'?

Kolase Tribunnews.com (Tangkap layar channel YouTube KompasTV dan Xinhua via South China Morning Post)
Sunda Empire Ngaku dapat Hentikan Ledakan Nuklir, Rangga Sindir Raja Agung Sejagat: Kami Punya Uang 

3 Bos Sunda Empire Tersangka, Lihat Foto Sebelum dan Sesudah Pakai Baju Tahanan, Masih 'Gagah'?

TRIBUN-TIMUR.COM - Setelah membuat kehebohan, polisi akhirnya bergerak menangkap petinggi Sunda Empire.

Polda Jabar menangkap ketiga pendirinya, dan menjadikan tersangka.

Polisi menetapkan tiga petinggi Sunda Empire sebagai tersangka. Ketiganya yakni, Ketiganya adalah Nasri Bank (56) yang mengaku sebagai Perdana Menteri, Raden Ratnaningrum (56) sebagai Kaisar, dan Ki Agung Raden Rangga Sasana (53) sebagai Sekretaris Jenderal Sunda Empire

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Saptono Erlangga mengatakan, penetapan tersangka tersebut berdasarkan alat bukti dan sejumlah keterangan para ahli.

"Hasil keterangan ahli dan alat bukti, penyidik berkesimpulan kasus ini memenuhi unsur pidana sesuai Pasal 14 dan 15 dengan sengaja menerbitkan keonaran dan menyebarkan berita bohong," ujar Saptono Erlangga saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Selasa (28/1/2020).

Saptono menjelaskan, ketiga orang tersebut terancam pidana penjara maksimal 10 tahun.

Diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman video yang memperlihatkan kegiatan "Sunda Empire" beredar di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan sejumlah orang mengenakan atribut seperti militer. Salah seorang bahkan terlihat tengah berorasi ditengah kumpulan dan menyebutkan masa pemerintahan negara-negara yang akan berakhir pada 2020. 

Polisi kemudian mendalami kegiatan Sunda Empire dengan melakukan pemeriksaan terhadap pemimpin dan anggotanya.

Polisi juga meminta sejumlah keterangan dari para sejarah, budayawan hingga ahli pidana.

Berdasarkan keterangan yang telah didapatkan diketahui selama 2019 kelompok ini sudah empat kali melakukan kegiatan di Isola Universitas Pendidikan Indonesia.

Polisi juga meminta keterangan saksi dari Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa barat, diketahui kelompok yang mengaku mendapatkan sertifikat dari NATO ini tidak terdaftar sebagai ormas di Kesbangpol Jabar.Penentapan tersangka Sunda Empire merupakan kelanjutan dari kasus yang dilaporkan budayawan Sunda.

Mereka menjadi tersangka karena menyebarkan berita bohong, kabar tidak pasti untuk keonaran di masyarakat.

Mereka dijerat Pasal 14 dan 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Pemberlakuan KUH Pidana.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga, mengatakan ketiganya ditahan untuk 20 hari ke depan.




Artikel ini telah tayang di Kompas.com

 
Halaman
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved