Anjungan Pantai Losari

Surya Paloh Nilai Trotoar Era Pemerintahan Danny Pomanto Buruk

Diketahui, pembangunan trotoar yang dimaksud adalah peninggalan Danny Pomanto sewaktu masih menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Surya Paloh Nilai Trotoar Era Pemerintahan Danny Pomanto Buruk
Ist
Surya Paloh bersama SYL saat berada di Pantai Losari Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembangunan dan penataan trotoar yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar diera Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto di kawasan Pantai Losari, Jl Penghibur, Makassar dinilai tidak oftimal.

Diketahui, pembangunan trotoar yang dimaksud adalah peninggalan Danny Pomanto sewaktu masih menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

Hingga kini, ibu kota provinsi Sulsel ini masih dikendalikan oleh pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Makassar pasca pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar 2018 lalu.

Bahkan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem Surya Paloh menilai jika trotoar tersebut merupakan trotoar terburuk yang pernah ada.

Karena itu, ia berharap Makassar jauh lebih maju dari daerah lain. Paloh menyebut trotoar di kawasan Pantai Losari merupakan trotoar terburuk, sehingga perlu penataan agar memberikan keindahan dan kenyamanan.

“Ini trotoar Losari tidak bagus, tidak perlu pergi belajar jauh-jauh. Bangun saja trotoar seperti di kawasan (Jalan Jalan Muhammad Husni) Thamrin Jakarta itu sudah indah,” jelas Paloh saat jogging di kawasan tersebut, Sabtu (25/1/2020).

Paloh mengatakan, Makassar memiliki banyak potensi, seperti jumlah penduduk yang begitu banyak dan pertumbuhan ekonominya sangat bagus.

“Banyak potensi berlipat ganda di sini kalau kita mau. Buat apa pergi belajar ke luar negeri, seperti studi dewan, tapi hasilnya tidak sesuai harapan masyarakat,” katanya lagi.

Ia menyebut Makassar kota hebat, karena itu kawasan anjungan Pantai Losari dan CPI perlu penataan agar bisa memberikan kenyamanan. Terlebih lagi kawasan tersebut sebagai icon kota.

“Saya sebagai orang laur Makassar tentu cukup bangga dengan Losari, tapi sayang kualitas lingkungannya kurang nyaman. Kualitas lingkungan dan pembangunannya perlu ditingkatkan jauh lebih agar memberikan perspektif kenyamanan dan kebanggan tersendiri,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Abdul Azis
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved