Tribun Gowa

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk di Gowa

Sejumlah petani mengeluhkan kelangkaan pupuk di Kabupaten Gowa. Kelangkaan pupuk disebutkan terjadi di pasaran.

Petani Keluhkan Kelangkaan Pupuk di Gowa
TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni ketika melakukan panen perdana Gapoktan Harapan Jaya di Kecamatan Bajeng Barat, Jumat (25/10/2019) lalu. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Sejumlah petani mengeluhkan kelangkaan pupuk di Kabupaten Gowa. Kelangkaan pupuk disebutkan terjadi di pasaran.

Petani di Kecamatan Bontonompo, misalnya. Tanaman padi yang ditanam sudah berusia 20 hari ke atas dan sudah membutuhkan pupuk. Namun petani kesulitan mendapatkan pupuk di pasaran.

Salah seorang warga Desa Katangka Kecamatan Bontonompo, Daeng Siantang mengaku sudah sepekan ini mencari pupuk di sejumlah pengecer.

Akan tetapi dirinya tidak mendapatkan pupuk. Bahkan Daeng Siantang mesti mencari pupuk hingga ke Kabupaten Takalar. Namun ia tetap tidak dapat.

"Kemana-mana kita cari pupuk tapi tidak ada, kita bingung. Kami sangat butuh pupuk jenis urea untuk padi yang kami tanam," kata Daeng Siantang.

Ia melanjutkan, jika tenaman padi lambat diberi pupuk, maka pertumbuhannya akan melambat. Bahkan hasil panennya diperkirakan juga menurun.

Hal senada disampaikan petani lainnya bernama Daeng Nanring. Warga Kelurahan Tamallayang Kecamatan Bontonompo ini juga mengaku kesulitan memperoleh pupuk.

"Saya cari ke mana-mana namun tidak dapat," terangnya.

Para petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk mencarikan solusi atas masalah tersebut.

"Saatnya sekarang pemerintah bertindak cepat untuk mengatasi masalah ini, kalau perlu operasi pasar, biar petani bisa segera memperoleh pupuk," terangnya.

Halaman
12
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved