Tribun Wajo

Kepala SMKN 5 Wajo Datangi DPRD, Curhat Dipojokkan Media Massa

Kepala SMKN 5 Wajo, Abdul Hamid mendatangi Kantor DPRD Wajo, Senin (20/1/2020) sore.

Kepala SMKN 5 Wajo Datangi DPRD, Curhat Dipojokkan Media Massa
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Kepala SMKN 5 Wajo, Abdul Hamid mendatangi Kantor DPRD Wajo untuk mengklarifikasi sebuah pemberitaan media massa yang menyebut dirinya memeras dan memberhentikan honorer, Senin (20/1/2020) sore. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Kepala SMKN 5 Wajo, Abdul Hamid mendatangi Kantor DPRD Wajo, Senin (20/1/2020) sore.

Dirinya datang mengadu, lantaran merasa dipojokkan oleh salah satu pemberitaan media massa tanpa diberi hak jawab.

Pasalnya, media massa tersebut menuding, Abdul Hamid memeras honorer yang bekerja di sekolahnya. Sialnya, tudingan tersebut berlanjut bahwa dirinya telah memecat Honorer tersebut.

"Itu tidak benar, bahkan saya juga tidak pernah memberhentikan secara sepihak honorer," kata Abdul Hamid, di depan anggota DPRD Wajo.

Sebagaimana diberitakan pada salah satu media, Abdul Hamid meminta kepada honorernya untuk membagi tiga upahnya kepada sejumlah honorer lainnya yang notabenenya tidak memiliki SK resmi.

Abdul Hamid menjelaskan, honorer yang dimaksud sesungguhnya bukanlah guru, melainkan security.

Staf honorer yang dimaksud adalah Asri Yuliani dan Asma Sari Dewi yang sesuai dengan SK dari provinsi adalah security.

"Ada juga Aminudin, tapi tidak mendapatkan SK dari provinsi," katanya.

Lebih lanjut, Abdul Hamid membantah bahwa dirinya melakukan pemerasan.

"Saya tidak pernah melakukan pemerasan, namun Kepala TU pada saat pertemuan pernah mengusulkan bahwa sebaiknya gaji yang diterima dari Diknas Provinsi dibagi 3 karena Asri Yuliani dan Asma Sari Dewi tidak pernah melaksanakan tugas sebagai security, ada juga Aminuddin," katanya.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved