VIDEO: Buka Keran Impor Garam Industri 2,9 Juta Ton, Edhy Prabowo: Enggak Perlu Diributkan

Edhy Prabowo meminta kepada semua pihak agar tidak meributkan keputusan pemerintah yang kembali membuka keran impor garam

TRIBUN-TIMUR.COM- Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo meminta kepada semua pihak agar tidak meributkan keputusan pemerintah yang kembali membuka keran impor Garam industri 2,9 juta ton.

Impor Garam tersebut dinilai perlu dilakukan karena industri manufakfur membutuhkan Garam sebagai bahan baku.

"Saya pikir ini enggak perlu diributkan. Menteri Perekonomian sudah perintahkan untuk kita dengan Menteri Perindustrian klarifkasi ini," ujar Edhy Prabowo di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

"Jadi industri kalau benar-benar hanya menggunakan Garam industri khusus yang tidak bisa diproduksi di Indonesia, ya silahkan dia impor langsung sendiri," lanjut Edhy.

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Edhy Prabowo
Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia, Edhy Prabowo (Tribunnews)

Kebijakan pemerintah membuka keran impor Garam menuai polemik karena harga Garam dalam negeri anjlok. Sejak 2019 hingga awal 2020, harga Garam rakyat semakin anjlok.

Diberitakan Kompas.com, Jumat (10/1/2020), selain tak laku di pasaran, memasuki musim hujan, harga Garam turun hingga Rp 150/kilo.

Harga jual itu anjlok jika dibandingkan periode Juni 2019 yang mencapai harga Rp 500/kilo.

Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved