Forum Dosen

Forum Dosen Cecar Ketua KPU Sulsel Soal Kasus Pemecatan Misriany Ilyas dan Novianus YL Patanduk

Terkait kasus pemecatan Misriany Ilyas dan Novianus YL Patanduk sebagai kader partai politik menjelang pelantikan

Forum Dosen Cecar Ketua KPU Sulsel Soal Kasus Pemecatan Misriany Ilyas dan Novianus YL Patanduk
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Dialog forum dosen bersama Ketua KPU Sulsel Faisal Amir dan Komisioner Bawaslu Sulsel Azry Yusuf di ruang rapat redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Jumat (17/1/2020) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan (KPU Sulsel) Faisal Amir menjawab santai seluruh pertanyaan yang dilontarkan anggota Forum Dosen Tribun, terkait kasus pemecatan Misriany Ilyas dan Novianus YL Patanduk sebagai kader partai politik menjelang pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Sulsel, Selasa (24/9/2019).

Meski dijawab santai dan lugas di ruang rapat redaksi Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Jumat (17/1) kemarin, mantan Ketua KPU Takalar ini meminta agar jawaban yang disampaikan tidak seluruhnya dikutip oleh wartawan Tribun.

Para doktor dan profesor yang tergabung dalam forum dosen sepakat dengan permintaan Faisal.

Dialog dimulai dengan mengulas isu yang menjadi perhatian publik yakni tentang Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap komisioner KPU RI Wahyu Setiawan.

Moderator sekaligus inisiator dialog Adi Suryadi Culla mengatakan, tajuk pembahasan tersebut lebih kepada kasus dugaan suap Wahyu Setiawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dan kaitannya dengan kasus dua caleg DPRD Sulsel yang batal dilantik.

Setelah memberi pengantar, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin (FISIP Unhas) ini mempersilakan Faisal Amir memberi penjelasan terkait dampak dari dua kasus diatas terhadap KPU Sulsel.

“Kami sadar bahwa kami harus memberikan contoh sebelum bicara, tapi situasi ini malah terjadi di kami. Ini akan menguji integritas kami di Sulsel karena ada Pilkada. Kami sudah ingatkan kepada penyelenggara di 12 daerah,” kata Faisal, Jumat (17/1/2020).

Ia juga mengapresiasi forum dosen karena telah mengundang dirinya untuk membahas isu yang ‘menyudutkan’ KPU.

Ia mengaku jika disetiap momen atau forum ia selalu menegaskan dan mengklarifikasi bahwa kejadian yang menimpah Wahyu Setiawan bukan institusi, tapi tindakan pribadi.

“Kami berharap ini menjadi pembelajaran bagi seluruh komisioner, khususnya yang daerahnya sebentar lagi menggelar Pilkada serentak agar menjalankan tugas secara profesional,” ujar Faisal.

Halaman
12
Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved