Tersangka Korupsi Bulog

Mantan Kasi Komersil Bulog Mamuju Jadi Tersangka Kasus Korupsi Penjualan Beras

Berdasarkan hasil audit BPK RI, dugaan korupsi di Bulog Sub Divre Mamuju Sulawesi Barat telah merugikan negara sekitar Rp 600 Juta.

Mantan Kasi Komersil Bulog Mamuju Jadi Tersangka Kasus Korupsi Penjualan Beras
Nurhadi/Tribun Sulbar
Wadir Krimsus Polda Sulbar Adi Kurniawan saat diwawancarai di Cafe 85 Ditlantas Jl Ahmad Kirang, Mamuju, Jumat (17/1/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulawesi Barat menetapkan Mantan Kasi Komersil Bulog Sub Divre Mamuju, HN, sebagai tersangka tindak pidana korupsi penjualan beras.

Berdasarkan hasil audit BPK RI, dugaan korupsi di Bulog Sub Divre Mamuju Sulawesi Barat telah merugikan negara sekitar Rp 600 Juta.

"Kita sudah naikan ke tahap sidik dan sudah tetapkan tersangka. Bahkan kita sudah melakukan gelar perkara beberapa minggu lalu,"kata Wadir Krimsus Pold Sulbar AKBP Edi Kurniawan usai acara coffee morning di Cafe 85 Ditlantas Jl Ahmad Kirang, Mamuju, Jumat (17/1/2020).

Sebelum penetapan tersangkan penyidik Direktorat Kriminal Khusus Polda Sulbar telah memeriksa lima saksi di Bulog Mamuju. Juga mengamankan beberapa barang bukti.

Hasil penyidikan tersangka diduga memalsukan laporan hasil penjualan sekitar 130 ton beras. Akibatnya merugikan negara sekitar Rp 1.3 miliar.

Uang penjualan tidak disetor oleh tersangka ke KAS Bulog. Namun digunakan untuk keperluar pribadi.

"Sementara dalam perampungan berkas. Kalau jaksa sudah mengatakan P21, segera kita limpahkan,"ujarnya.

Kasus ini sebenarnya sudah lama. Kemudian dilaporkan kepala Bulog M Yatsir. Itu karena tersangka tidak mampu lagi mengembalikan sisa kerugian negara.

"Awalnya kerugian 1.3 miliar tapi tersangka melakulan mengembalikan sekitar Rp 500 Juta lebih. Sisahnya yang belum dia kembalikan sehingga di laporkan,"tutur Kepala Subdit III Tipikor Ditkrimsus Polda Sulbar AKBP Musa menambahkan.

Saat ini penyidik Polda Sulawesi Barat sisa menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Wadir Krimsus Polda Sulbar Adi Kurniawan saat diwawancarai di Cafe 85 Ditlantas Jl Ahmad Kirang, Mamuju, Jumat (17/1/2020).
Wadir Krimsus Polda Sulbar Adi Kurniawan saat diwawancarai di Cafe 85 Ditlantas Jl Ahmad Kirang, Mamuju, Jumat (17/1/2020). (Nurhadi/Tribun Sulbar)
Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved