Penistaan Agama

Diduga Terlibat Penistaan Agama, Paruru Dg Tau Terancam 5 Tahun Penjara

Dari keterangan Liliek Tribhawono, ajaran yang dilakukan Paruru Dg Tau telah melanggar pasal 156 (a) KHUP tentang penistaan agama.

Diduga Terlibat Penistaan Agama, Paruru Dg Tau Terancam 5 Tahun Penjara
Risnawati/Tribun Toraja Utara
Kapolres Tana Toraja, AKBP Liliek Tribhawono Iryanto 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE--Kapolres Tana Toraja, AKBP Liliek Tribhawono memberikan keterangan terkait penahanan tersangka Paruru Dg Tau pria yang mengaku sebagai nabi terakhir.

Dari keterangan Liliek Tribhawono, ajaran yang dilakukan Paruru Dg Tau telah melanggar pasal 156 (a) KHUP tentang penistaan agama.

Seperti diketahui, Paruru Dg Tau yang perna berpofesi sebagai tukang becak mengaku sebagai nabi terakhir.

Serta mengajar pengikutnya untuk melaksanakan salat atau sembayang cukup dua kali dalam sehari.

"Tersangka terancam hukuman lima tahun penjara," papar Kapolres Tana Toraja.

Dijelaskan Kapolres, Paruru Dg Tau resmi ditahan terhitung sejak Rabu (15/1/2020).

"Hasil pemeriksaan, kasus Paruru memenuhi unsur untuk dilanjutkan ke penyelidikan," tambah Kapolres.

Sebelumnya, aliran sesat yang dilakukan Paruru Dg Tau pertama kali dideteksi oleh pihak MUI Kabupaten Tana Toraja.

Darisitu, MUI Tana Toraja mengeluarkan sejumlah fakta tentang ajaran yang dilakukan oleh Paruru Dg. Tau tidaklah benar (sesat).

Dinyatakan bahwa Paruru melakukan ajaran tidak sesuai dengan rukun Islam, melainkan ajaran sesat yang melanggar hukum.

Halaman
12
Penulis: Tommy Paseru
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved