Ekstasi

Kurir Ditangkap Polisi, Napi Lapas Bolangi Gowa Kendalikan Peredaran Ekstasi Senilai Rp 2,5 Milliar

Hal itu terkuak dari upaya peredaran 5000 ekstasi yang diungkap jajaran Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Rabu (15/1/2020) malam.

Kurir  Ditangkap Polisi, Napi Lapas Bolangi Gowa Kendalikan Peredaran Ekstasi Senilai Rp 2,5 Milliar
musl
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono saat merilis pengungkapan 5000 ekstasi di Aula Mapolrestabes Makassar, Kamis (16/1/2020) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Meski di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas), keterlibatan narapidana (napi) dalam menjalankan bisnis peredaran narkoba masih saja ditemukan di Kota Makassar.

Hal itu terkuak dari upaya peredaran 5000 ekstasi yang diungkap jajaran Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Makassar, Rabu (15/1/2020) malam.

Barang haram yang diselundupkan dalam mesin pompa air pertanian itu, diamankan SatRes Narkoba Polrestabes Makassar di saah satu rumah toko (ruko) penjualan mesin di Jl Dg Tata, Makassar.

Pelakunya, Muh Ali Imran (32) warga Jl Damai, Kota Makassar dan Alex Iskandar (45) pemilik ruko di Jl Dg Tata yang menjadi lokasi penggerebekan.

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar Kompol Diari Astetika mengungkapkan, esktasi berjenis geranat itu tiba di Makassar melalui jasa ekspedisi laut.

Modusnya, dengan menyelundupkan ke dalam mesin pompa air pertanian.

"Jadi ini barang punya napi di Lapas Bolangi sana, identitasnya sudah diketahui," kata Diari Astetika.

Napi yang masih enggan dibeberkan identitasnya dengan alasan pengembangan itu, kata Diari bersaudara dengan Alex Iskandar sang pemilik usaha toko mesin.

"MAI ini kurirnya si Napi. Napi ini saudara dengan pemilik toko ini (Alex Iskandar)," ujarnya.

Terpisah Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengungkapkan, narkotika jenis ekstasi itu bernilai milliaran rupiah.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved