Keraton Agung Sejagat

Ramai soal Keraton Agung Sejagat,Sensasi atau Benar Kerajaan Baru? Raja dan Ratunya Ditangkap Polisi

Masyarakat Indonesia dibuat heboh dengan adanya kelompok yang mengaku bagian Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo

Ramai soal Keraton Agung Sejagat,Sensasi atau Benar Kerajaan Baru? Raja dan Ratunya Ditangkap Polisi
Kolase
Ramai soal Keraton Agung Sejagat,Sensasi atau Benar Kerajaan Baru? Raja dan Ratunya Ditangkap Polisi 

TRIBUN-TIMUR.COM-Beberapa hari terakhir, masyarakat Indonesia dibuat heboh dengan adanya kelompok yang mengaku bagian Keraton Agung Sejagat di Desa Pogung Juru Tengah, Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.

Dikutip dari Kompas.com, kelompok Keraton Agung Sejagat (KAS) mengaku sebagai kerjaan baru untuk menuntaskan perjanjian 500 tahun lalu.

Dari penjelasan, salah satu anggota KAS, Resi Joyodiningrat, perjanjian yang dimaksud adalah terhitung sejak hilangnya Kemaharajaan Nusantara, yaitu imperium Kerajaan Majapahit pada 1518 hingga 2018.

Lagi Heboh, 6 Fakta Kerajaan Keraton Agung Sejagat, Rajanya Pimpinan Organisasi Mirip Gafatar
Lagi Heboh, 6 Fakta Kerajaan Keraton Agung Sejagat, Rajanya Pimpinan Organisasi Mirip Gafatar (Instagram @gaekoindonesia dan Twitter @aritsantoso)

Menurut Joyodiningrat, perjanjian itu dibuat antara Dyah Ranawijaya sebagai penguasa imperium Majapahit dengan Portugis sebagai wakil orang Barat atau bekas koloni Kekaisaran Romawi di Malaka tahun 1518.

Lalu, apa kata ahli tentang hal itu?

Menurut sosiolog Universitas Sebelas Maret ( UNS) Surakarta Drajat Tri Kartono, munculnya kelompok KAS didorong oleh tiga faktor.

Pertama adalah dorongan fatalistik.

Artinya, kelompok tersebut menyadari, alasan mereka mendeklarasikan keberadaan mereka karena sudah tertulis dalam perjanjian leluhur.

"Hal ini sebagai bentuk penghargaan kepada nenek moyang, dalam hal ini penghargaan warisan Majapahit," kata Drajat saat dihubungi melalui telepon oleh Kompas.com, Rabu (15/1/2020).

Drajat pun menyebut hal ini sebagai tragedi kebudayaan fatalistik.

Halaman
12
Editor: Anita Kusuma Wardana
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved