Seleksi Direksi PDAM Makassar

Pansel Direksi PDAM Makassar: 16 Calon Lulus Verifikasi Faktual, Ada Kader Parpol

Salah satu anggota tim panitia seleksi (pansel) calon Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Munadhir Mubarak

Pansel Direksi PDAM Makassar: 16 Calon Lulus Verifikasi Faktual, Ada Kader Parpol
saldy/tribun-timur.com
Munadhir Mubarak (kanan) 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Seleksi calon Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum atau PDAM Kota Makassar periode 2020-2025 mulai memasuki tahap verifikasi faktual.

Dalam proses verifikasi faktual, tercatat ada 16 calon yang masuk ke tahap selanjutnya, yakni tes psikologi di Universitas Negeri Makassar (UNM) pada 18 Januari mendatang.

Salah satu anggota tim panitia seleksi (pansel) calon Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar, Munadhir Mubarak, mengatakan dari 16 peserta ini tercatat satu kader partai politik.

Hanya saja Munadhir, enggan menyebutkan siapa sosok kader partai politik itu.

Ia menjelaskan masuknya salah satu kader partai politik ini, bukan diistimewakan tetapi karena memenuhi syarat.

"Jadi dia memenuhi syarat, ia menyertakan surat keterangan dari pimpinan partai politik yang bersangkutan bahwa sudah tidak lagi menjadi pengurus partai politik dan pencabutan kartu tanda anggota," ujar Nadir sapaan Munadhir, Rabu (15/1/2020).

Ia mengungkapkan adpun calon atau pelamar yang dinyatakan tidak memenuhi syarat karena ada beberapa pihak yang tidak ditandatangani surat keterangan dari Pengadilan Negeri oleh pejabat berwenang, tidak melengkapi surat pernyataan yang lengkap, pengalaman kerja yang menimbulkan conflik of interest karena ditanda tangani dan dibuat oleh istri, dan pengalaman kerja yang sama sekali tidak terkait dengan perusahaan tapi tidak lebih dari keterangan dari lembaga pendidikan yang bukan merupakan sebuah perusahaan.

Tim seleksi juga lanjut Nadir, lebih mengutamakan calon yang sudah memiliki sertifikasi air minum seperti yang diatur dalam peraturan oerundang-undangan, baik PP, Permendagri maupun Perda.

Pasalnya kata dia, Perumda Air Minum Kota Makassar adalah ikon perusahaan air minum di Sulsel, bahkan di Indonesia Timur, yang harus benar benar dikelola oleh sumber daya manusia yang profesional dibidang Perusahaan Air Minum.

* Protes Kartia Bado

Terkait adanya keberatan dari salah seorang calon atau pelamar atas nama Kartia Bado, Nadhir menegaskan, yang bersangkutan memang adalah mantan Direksi PDAM periode.

Kartia dinyatakan tidak bersyarat karena usianya yang diatas 56 tahun, yakni 59 tahun.

Batas usia ini menjadi penilaian, pasalnya PDAM sudah berubah bentuk hukum menjadi Perumda yang diatur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2019 tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Makassar, maka Kartia Bado adalah pendaftar untuk pertama kalinya yakni usia 55 tahun atau tidak menyentuh diangka usia 56 tahun.

Oleh karena itu seluruh pendaftar pelamar adalah calon pertama kalinya untuk Calon Direksi PERUMDA Air Minum Kota Makassar periode 2020-2025, termasuk yang bersangkutan.

"Tim seleksi yang terdiri dari pamong pemerintahan, akademisi, pers dan NGO, tetap konsisten dengan peraturan perundang undangan serta tetap menjaga harkat dan martabatnya, sebagai wujud dari pertanggungjawaban publik. tim seleksi Calon Direksi Perumda Air Minum Kota Makassar benar benar bekerja secara profesional dalam mengawal proses seleksi dan tahapan menjaring Calon Direksi yang terbaik demi terciptanya good corporate governance," tambahnya.

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved