Isi Chat WhatsApp (WA) Wanita Ngaku Suruhan Kaesang Jual HP Pejabat, Marzuki Alie Lapor Polisi

Isi Chat WhatsApp (WA) Wanita Ngaku Suruhan Kaesang Pangarep Jual HP Pejabat, Marzuki Alie Lapor Polisi

Isi Chat WhatsApp (WA) Wanita Ngaku Suruhan Kaesang Jual HP Pejabat, Marzuki Alie Lapor Polisi
Twitter/Tribunnews.com
Kaesang dituduh jual hp atas nama Presiden 

Saya gak percaya dan tidak akan pernah beli.

Yang masalah bagi saya, nama.

presiden yang dibawa bawa, ini sdh mencemarkan nama.baik."

Gibran Rakabuming Jokowi Sulit Menang di Pilkada Solo

Survei: Gibran Rakabuming putra Jokowi sulit menang di Pilkada Solo, ini sosok bakal tumbangkan kakak Kaesang Pangarep.

Perjuangan Gibran Rakabuming suami Selvi Ananda atau ayah Jan Ethes untuk menduduki kursi orang nomor 1 di Solo masih berat.

Tingkat keterpilihan Gibran Rakabuming Raka pada sembilan bulan jelang Pemilihan Kepala Daerah Solo 2020 masih jauh tertinggal dari petahana Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo.

Masyarakat cenderung lebih memilih bakal calon yang terbukti telah berpengalaman dan memiliki kompetensi dalam memimpin daerah.

Sejumlah pertimbangan akan dianalisis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP ) untuk memilih satu di antara kedua tokoh yang melamar untuk maju dalam Pilkada 2020. 

Survei Median yang diselenggarakan pada 3-9 Desember 2019 terhadap 800 responden dengan margin of error sebesar 3,5 persen di Kota Solo, Jawa Tengah ( Jateng ), menemukan, ada 18 tokoh potensial untuk maju dalam Pilkada Solo 2020.

Akan tetapi, hanya lima orang yang paling dikenal masyarakat.

Hal itu tampak dari tingkat pengenalan yang mencapai lebih dari 40 persen.

Mereka adalah Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo; pengusaha dan putra kandung Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka; anggota DPRD Kota Solo, Teguh Prakosa; anggota DPRD Kota Solo, Dinar Ratna Indrasari; dan putra Sukmawati Soekarnoputri, Paundra Sukmaputra.

”Dari lima tokoh itu, sebenarnya persaingan hanya terjadi pada dua tokoh, yaitu Purnomo dan Gibran,” kata Direktur Eksekutif Median Rico Marbun, di Jakarta, Senin (16/12/2019).

Rico Marbun menjelaskan, hal itu bisa dilihat dari tingkat pengenalan masyarakat terhadap Purnomo yang mencapai 94,5 persen.

Sementara Gibran Rakabuming dikenal sebanyak 82,3 persen masyarakat.

Direktur Eksekutif Median Rico Marbun di Jakarta, Senin (16/12/2019).
Direktur Eksekutif Median Rico Marbun di Jakarta, Senin (16/12/2019). (KOMPAS/KURNIA YUNITA RAHAYU)

Sekalipun demikian, jarak elektabilitas keduanya masih terentang jauh.

Dari hasil pertanyaan terbuka, tingkat keterpilihan Achmad Purnomo sebesar 40,9 persen, sedangkan Gibran Rakabuming 19,1 persen.

Kemudian, dari hasil pertanyaan terbuka, elektabilitas Achmad Purnomo mencapai 45 persen, hampir dua kali lipat dari elektabilitas Gibran 24,5 persen.

Motif Emosional

Temuan lainnya dari survei Median adalah adanya perbedaan mencolok dalam aspek pemilih dan motif pemilihan kedua calon.

Dilihat dari segi usia, sebagian besar pemilih Gibran Rakabuming adalah anak muda yang berumur 17-39 tahun.

Sementara mayoritas pemilih Achmad Purnomo berusia 40 tahun ke atas.

Motif pemilihan kedua calon juga amat berbeda.

”Purnomo lebih dipilih karena alasan rasional, sedangkan pemilih Gibran mengedepankan unsur emosional,” ujarnya.

Achmad Purnomo dipilih karena alasan berpengalaman (42,5 persen), merakyat (8,3 persen), dan belum ada calon lain (6,1 persen).

Adapun para pemilih Gibran Rakabuming mempertimbangkan unsur usia muda (27,8 persen), anak dari Jokowi (18,5 persen), serta sosok pengusaha kreatif (13 persen).

Melihat motif tersebut, lanjut Rico Marbun, keduanya harus mengadopsi kelebihan satu sama lain untuk bisa memastikan peningkatan elektabilitas.

Namun, upaya lebih keras perlu dilakukan Gibran Rakabuming karena yang harus dia kejar adalah persepsi terkait rekam jejak dan kompetensi dalam memimpin daerah.

Tantangan bagi Gibran Rakabuming juga semakin berat karena elektabilitasnya turut dipengaruhi kinerja Jokowi.

”Masih ada waktu sembilan bulan sebelum Pilkada 2020. Gibran harus bisa melakukan langkah-langkah di luar pencitraan. Ia harus berfokus untuk menunjukkan kompetensi. Publik harus diyakinkan dengan cara adu gagasan, adu visi dan misi,” tutur Rico.

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Kaesang Dituduh Jualan HP Atas Nama Presiden, Marzuki Alie Hapus Cuitan Setelah Dapat Jawaban, https://bogor.tribunnews.com/2020/01/15/kaesang-dituduh-jualan-hp-atas-nama-presiden-marzuki-alie-hapus-cuitan-setelah-dapat-jawaban?page=all.

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved