RUU Omnibus Law

Buruh dan Pekerja di Wajo Tolak RUU Omnibus Law, Ini Empat Poin Tuntutannya

Di depan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wajo, para pekerja dan buruh melanjutkan unjuk rasanya

Buruh dan Pekerja di Wajo Tolak RUU Omnibus Law, Ini Empat Poin Tuntutannya
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wajo, Syahran (baju putih) bersama Ketua DPC FPE KSBSI, Abdul Kadir Nongko (pakai kacamata) saat menemui massa aksi, Rabu (15/1/2020). 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Di depan kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wajo, para pekerja dan buruh melanjutkan unjuk rasanya, Rabu (15/1/2020).

Mereka yang tergabung dalam Dewan Pengurus Cabang Federasi Pertambangan dan Energi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (DPC FPE KSBSI) Kabupaten Wajo menuntut RUU Omnibus Law ditolak.

Ada empat poin tuntutannya, yakni keluarkan klaster ketenagakerjaan dari RUU Cipta Lapangan Kerja, tolak kenaikan iuaran BPJS Kesehatan, tolak upah per jam, dan segera bentuk tim khusus klaster ketenagakerjaan.

"RUU Cilaka ini, cipta lapangan kerja ini sangat merugikan, karena tidak melibatkan paraserikat pekerja dalam pembahasannya," kata Ketua DPC FPE KSBSI Wajo, Abdul Kadir Nongko.

Lebih lanjut, massa aksi menuntut Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wajo untuk menyampaikan aspirasi pekerja dan buruh terkait penolakan RUU Omnibus Law tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wajo, Syahran pun menyatakan dukungannya kepada pekerja dan buruh di Kabupaten Wajo.

Secara tegas, Syahran mengatakan akan mengantar langsung aspirasi dan pernyataan sikap tersebut ke Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

"Kami (Pemkab) selalu memenuhi, melayani dan mempertahankan hak-hak yang ada dan kita selesaikan, minimal ini kalau ada revisi Undang-undang harus meningkatkan tingkat kesejahteraan pekerja," katanya.

Sebagaimana diketahui, DPC FPE KSBSI terdiri dari beberapa serikat pekerja di sejumlah perusahaan yang ada di Kabupaten Wajo. Seperti, PT EEES, PT Energi Sengkang, PT PLN, PT Aurel, PT SS LNG, dan PT Cepa.

Setelah melakukan long march dari Lapangan Merdeka Sengkang, simpang enam tugu BNI, aksi tersebut dilanjutkan lagi menuju Kantor Bupati Wajo.

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

 

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow Instagram Tribun Timur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

(*)

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved