Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Bulukumba

VIDEO: Anggota DPRD Bulukumba Pantau Proyek di Pantai Merpati

Kunjungan tersebut dilakukan, setelah talud yang berada di bibir pantai roboh diterjang ombak.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Anggota Dewan Perwakilan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, melakukan kunjungan ke lokasi proyek laston dan talud, di Kawasan Pantai Merpati Bulukumba, Selasa (14/1/2020).

Kunjungan tersebut dilakukan, setelah talud yang berada di bibir pantai roboh diterjang ombak.

Padahal, proyek yang dikerjakan oleh CV Amika Joint Konstruksi ini, belum cukup sebulan rampung.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh legislator lintas fraksi, seperti legislator PKB Fahidin HDK, legislator PBB H Safiuddin, legislator Golkar H Abu Thalib.

Legislator PDIP Zulkifli Saiye, legislator PKS Pasakai, dan legislator Gerindra Abdul Hakim.

Seluruh legislator nampak kecewa melihat proyek yang anggarannya mencapai Rp6,6 miliar itu.

Salah satunya disampaikan oleh H Abu Thalib. Ia menilai, Pemkab Bulukumba hanya buang-buang uang dalam proyek itu.

"Ini sama halnya membuang uang ke laut, bagi siapapun yang terlibat dalam programnya ini, berarti dia ikut juga terlibat sama-sama ini," jelasnya.

Ia menyayangkan pelaksana proyek yang terkesan mengerjakan begitu saja, tanpa mempertimbangkan dampak alam yang bisa ditimbulkan.

Sumber dana proyek ini berasar dari Dana Insentif Daerah (DID) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bulukumba.

Menurut Abu Thalib, pihak DPRD Bulukumba baik tingkat banggar maupun Komisi C, tidak pernah membahas proyek ini.

Karena anggaran proyek tersebut keluar setelah proses pembahasan di DPRD Bulukumba saat itu sudah selesai.

"Tidak pernah dibahas karena ini dari DID. Selesai pembahasan baru masuk ini aggaran," jelasnya.

Sementara legislator PKB Bulukumba Fahidin HDK, mengaku mengapresiasi program tersebut.

Hanya saja, yang ia sesalkan pihak kontraktor yang pekerjaannya tidak sesuai dengan ekspektasi.

"Sebenarnya programnya bagus. Tapi kontraktor-kontraktornya yang nakal itu. Harus dipanggil baik-baik itu," sesal Fahidin. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow Instagram Tribun Timur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

(*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved