Tribun Makassar

Iqbal Suhaeb Akui Banjir Makassar Perlu Penanganan Kolektif Pemerintah Pusat dan Daerah

Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb sudah dua pekan ini selalu turun melihat kondisi air pasca hujan deras.

Iqbal Suhaeb Akui Banjir Makassar Perlu Penanganan Kolektif Pemerintah Pusat dan Daerah
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menelusuri daerah banjir di Toa Daeng, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Sulsel, Senin (13/1/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penjabat Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb sudah dua pekan ini selalu turun melihat kondisi air pasca hujan deras. 

Bahkan, dia sudah melakukan koordinasi kepada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Makassar untuk segera mengangkat sedimentasi dan melakukan koneksi antar drainase warga ke saluran tersier hingga primer. 

Sejak saat itu, Dinas PU Makassar menurunkan satuan tugas (satgas) drainase untuk mengangkat sedimentasi di got warga. 

Dinas Pekerjaan Umum mendapatkan anggaran sebesar Rp 665 miliar untuk tahun 2020.

Program pengelolaan sumber daya air dan drainase kota sebesar Rp 107 miliar. 

Ketika berkunjung ke daerah banjir di Jl Toa Daeng, Kecamatan Manggala, Iqbal mendapati banjir yang sudah setinggi lutut. 

Toa Daeng dulu adalah area persawahan. Sawah kala itu menjadi area resapan air sekaligus "waduk" untuk air di wilayah Manggala. 

Namun, sekarang Toa Daeng sudah menjadi area perumahan. 

Rumah itu berdiri di atas bekas sawah. Tapi, area ini berada di bawah jalan utama Jl Abdullah Daeng Sirua. 

Sekaligus juga kanal yang membentang sepanjang Jl Abdesir. 

Halaman
12
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved