Mentan Syahrul Paparkan Terobosan Majukan Pertanian

Selain itu mantan Gubernur Sulsel dua periode ini juga menyebutkan panen raya akan dimulai dari bulan Maret -April

Mentan Syahrul Paparkan Terobosan Majukan Pertanian
Kementan RI
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo saat membuka Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan di Margo Hotel, Depok, Jawa Barat, Senin (13/1/19). 

Sejalan dengan itu, maka target-target Pembangunan Pertanian 2020-2024 yang ingin dicapai Kementan antara lain peningkatan produksi minimal 7% per tahun, peningkatan ekspor tiga kali lipat (300%), losses turun dari 12% menjadi 5%.

"Kemudian, kami pun bertekad meningkatkan Investasi pertanian dari Rp 54 triliun di tahun 2019 menjadi Rp 200 triliu di tahun 2014. Kementan pun semakin masif dalam pemanfaatan KUR pertanian, kami siapkan Rp 50 triliun per tahun. Gunakan KUR untuk perkuat permodalan para petani," jelasnya.

Kementan pun, lanjut Syahrul, menargetkan peningkatan efisiensi biaya produksi, menumbuhkan pengusaha millenial sehingga bertambah 2,5 juta orang, penyerapan Tenaga Kerja 50 juta orang.

Penurunan daerah rawan pangan dari 18% menjadi 10%, dan penurunan jumlah stunting pun menjadi target yang dituntaskan ke depannya.

"Yang terpenting lagi, Kami memastikan stabilitas harga gabah saat panen raya, melalui Komando Strategi Penggilingan Padi (Kostraling, red)," jelasnya.

Pada kesempatan tersebut Mentan juga mengajak kepada semua peserta untuk merapatkan barisan dan fokus melaksanakan tugas mulia ini dalam satu kesatuan gerak demi satu tujuan. Yaitu membangun pertanian Indonesia kearah yang lebih baik.

“Saya adalah bagian dari kalian, mulai hari ini kalian punya Mentan, kalian bisa hubungi saya kapan saja, dan mari kita urus rakyat bersama- sama“ tegas Mentan.

Pada kesempatan ini, Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan pun melakukan pencanangan dan sosialisasi Kostraling.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menekankan agar industri penggilingan harus siap dan sanggup menyerap gabah petani serta memperbanyak lagi gudang-gudang di penggilingan padi.

"Kementan memiliki program Quick wins, dimana penggilingan bermitra dengan petani dan konsumen. Pasokan harus sustain menjadi hal yang paling utama," jelasnya.

"Akan ada kerjasama dengan penggilingan padi untuk ekspor beras 300 ribu ton tahun ini, ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman. Pangsa ekspor yang yang potensial di Timur Tengah, PNG dan negara lain," sambung Suwandi.

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved