Korupsi PAUD Bone

Tolak Penangguhan Penahanan Tersangka Korupsi PAUD, Kajari: Kewenangan Hakim

Ia menjelaskan, setiap tingkatan penanganan proses hukum mulai di tingkat penyidik polres Bone, kejaksaan hingga hakim

Tolak Penangguhan Penahanan Tersangka Korupsi PAUD, Kajari: Kewenangan Hakim
TRIBUN TIMUR/JUSTANG MUHAMMAD
Kajari Bone didampingi Kas Pidsus Kejari Bone, Andi Kurnia bersama pejabat Kejari lainnya. 

TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Kepala Kejaksaan Negeri Bone, Dr Eri Satriana mengungkapkan berkas tiga tersangka kasus dugaan korupsi PAUD Bone sudah dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidang di Pengadilan Tipikor Makassar.

Tiga tersangka yang sudah ditahan Kejaksaan Negeri Bone beberapa waktu lalu, yakni Sulastri yang menjabat Kasi PAUD, Ihsan yang menjabat staf PAUD dan Masdar, pengawas TK .

"Saat ini kasus tersebut sudah dilimpahkan ke hakim, hari Rabu saya tanda tangani pelimpahan berkasnya ke hakim, jadi kalau mau menangguhkan ya silahkan diajukan ke hakim," kata Dr Eri Satriana kepada tribunbone.com di Kantor Kejaksaan Negeri Bone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (10/1/2020).

Ia menjelaskan, setiap tingkatan penanganan proses hukum mulai di tingkat penyidik polres Bone, kejaksaan hingga hakim, tersangka memiliki hak mengajukan penangguhan penahanan.

Namun pihaknya, kata dia tidak melakukan penangguhan penahanan ketiga tersangka lantaran kasus dugaan korupsi itu termasuk besar.

"Apalagi ini kasus korupsi extra ordinary crime. Kejahatan uang rakyat. Hak hak ekonomi masyarakat dan uang rakyat juga terabaikan dan menganggu pembangunan," kata Eri.

Sebelumnya, penasehat Hukum tersangka Masdar, Muhammad Aris SH(32) didampingi isteri Masdar, Nuralam(40) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri(Kejari) Bone di Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (10/1/2020).

Masdar merupakan satu dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi PAUD Bone yang sudah ditahan di Lapas Watampone.

Dua tersangka lainnya ditahan, Sulastri menjabat Kasi PAUD, Ihsan yang menjabat staf PAUD.

Kedatangan Muhammad Aris SH untuk mengajukan penangguhan penahanan tersangka Masdar.

Menurutnya, penangguhan penahanan Masdar diusahakan pihaknya lantaran salah satu tersangka inisial EN masih dalam proses di Kepolisian Resort(Polres) Bone.

Namun dia mesti menelan pil pahit atas usaha yang dilakukan lantaran
Kejari Bone tidak merespon permintaannya.

"Pihak Kejari tidak merespons permohonan penangguhan kami karena beralasan Masdar sudah dilimpahkan statusnya menjadi tahanan hakim, informasinya kemarin," kata Aris ditemui tribunbone.com di Kantor Kejari Bone, Jl Yos Sudarso, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (10/1/2020).

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved