Tribun Mamuju

Sidang Dua Bersaudara Pengelola Toko Chuhur Makassar, Saksi Beberkan Modus Terdakwa

Sidang dua bersaudara pengelola toko Chuhur Makassar, Saiful Basir dan Salma Basir, dalam perkara menyuruh menempatkan keterangan palsu

Sidang Dua Bersaudara Pengelola Toko Chuhur Makassar, Saksi Beberkan Modus Terdakwa
TRIBUN TIMUR/NURHADI
Sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Negeri Makassar, atas perkara menyuruh menempatkan keterangan palsu dalam akta autentik dan turut serta melakukan perbuatan pidana, atas pengelolaan tanah di Simboro Mamuju. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU – Sidang dua bersaudara pengelola toko Chuhur Makassar, Saiful Basir dan Salma Basir, dalam perkara menyuruh menempatkan keterangan palsu dalam akta autentik atas pengelolaan tanah di Simboro Mamuju.

Dan turut serta melakukan perbuatan pidana, memasuki tahap pemerksaan saksi di Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (9/1/2020).

Majelis hakim menghadirkan saksi pelapol, Asgar Basir.

Dalam keterangan saksi pelapor menjelaskan bahwa saudara terdakwa Syaiful Basir telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Disebutkan, Syaiful Basir membawa almarhum bapaknya Hj Basir Ahmad dalam keadaan di bawah alam kesadaran (Pikun) ke notaris untuk menandatangani beberapa akta notaris.

“Poin intinya menghilangkan hak kami bersaudara atas harta warisan peninggalan orang tua kami di Mamuju,” kata Asgar Basir dalam keterangan di persidangan disampaikan kepada Tribun-Timur.com.

Asgar meminta majelis hakim memutuskan seadil adilnya. Seban kata dia, bukan hanya satu akta notaris yang dibuat terdakwa Saiful Basir tetapi beberapa judul akta.

“Mulai dari akte kuasa menjual tanah yang seolah olah diberikan kewenangan penuh kepada terdakwa, mencabut kuasa saya secara sepihak. Juga menuntun bapak saya ke notaris dengan membuat akte perubahan perusahaan milik bapak saya, dimana terdakwa menjadikan dirinya direktur utama dengan saham mayoritas 50 persen. Tanpa RUPS dan saham bapak saya yang notabene pemilik perusahaan di berikan tinggal 10 persen,” beber Asgar.

Bahkan, Asgar juga mengungkap, ada saudaranya karena sudah meninggal dikeluarkan secara sepihak oleh terdakwa dari akte perusahaan termasuk saham-sahamnya tanpa sepengetahuan ahli waris.

“Saya yakin sekali majelis hakim, jika bapak saya menandatangani akta akta tersebut dibawah alam kesadarannya,”kata Asgar di depan majelis hakim.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved