Tribun Luwu Timur

Dihukum 8 Bulan Penjara, Penghina Ketua PN Malili Luwu Timur Banding

bdul Rahman alias Beddu mengajukan banding atas hasil sidang putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palopo.

Dihukum 8 Bulan Penjara, Penghina Ketua PN Malili Luwu Timur Banding
Dok Pribadi
Abdul Rahman alias Beddu

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Abdul Rahman alias Beddu mengajukan banding atas hasil sidang putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Palopo.

Beddu adalah terdakwa kasus penghinaan dan pencemaran nama baik Ketua PN Malili, Khairul lewat media sosial facabook.

Pada hasil sidang putusan yang digelar di PN Palopo pada Senin (16/12/2019), Beddu dituntut hukuman delapan bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan penjara.

Beddu didakwa melanggar Pasal 45 ayat (3) Jo Pasal 27 ayat (3) UU No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Dimana, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam kasus ini adalah Irmansyah yang menjabat sebagai Kasi Pidum di Kejari Luwu Timur.

"Iya banding. Intinya dia (Beddu) masih menganggap putusan pengadilan masih terlalu tinggi bagi dia," kata Irmansyah kepada TribunLutim.com, Selasa (7/1/2020).

Dalam kasus ini, awalnya, JPU menuntut Abdul Rahman dengan hukuman 1 tahun denda Rp 50 juta dan subsider selama dua bulan.

Namun dalam sidang putusan berubah menjadi delapan bulan denda Rp 50 juta dan subsider satu bulan.

Sementara itu, Beddu yang dikonfirmasi mengatakan banding untuk melawan vonis (hukuman delapan bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan penjara).

Beddu juga mengaku bingung, sebab kata dia sudah melayangkan pernyataan maaf tapi masih juga divonis.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved