IRT Tampar Murid SD Berdamai

Fakta-fakta Kasus IRT Tampar Murid SD Berujung Damai di Makassar

Kasus IRT tampar anak SD kelas 2 ini pun dirilis oleh Kapolsek Biringkanaya Kompol Wayan Wayracana Aryawan di Mapolsek.

Fakta-fakta Kasus IRT Tampar Murid SD Berujung Damai di Makassar
darul/tribun-timur.com
Polsek Biringkanaya rilis kasus IRT tampar anak SD berujung damai di Mapolsek, Jl Kapasa Raya. (darul/tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Daeng Manting (40) Ibu Rumah Tangga (IRT) yang menampar anak SD, DA (8) akhirnya bebas.

Daeng Manting bebas dari jeratan hukum, setelah tandatangani surat damai di Polsek Biringkanaya, Senin (6/1/2020) petang.

Kasus IRT tampar anak SD kelas 2 ini pun dirilis oleh Kapolsek Biringkanaya Kompol Wayan Wayracana Aryawan di Mapolsek.

Berikut, lima fakta kasus Manting tampar siswa SD di Biringkanaya hingga berujung damai di Polsek:

Hubungan Keluarga

Diketahui, salah satu alasan kasus Daeng Manting dan korban AD ini sampai pada kata damai, karena masih ada hubungan keluarga.

"Kedua masih hubungan keluarga, salah satu alasan," kata Kapolsek Biringkanaya, Kompol Wayan Wayracana Aryawan.

Sebelumnya, Daeng Manting ditetapkan tersangka, dijerat dengan UU Perlindungan Anak, dan terancam penjara 3,6 tahun.

Damai, Karena Punya Sembilan Anak

Selain alasan masih ada punya hubungan keluarga antara pelaku dan korban, tapi juga alasan Manting masih punya sembilan anak.

Halaman
123
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved