Sat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar

Simpan Sabu Dalam Bungkus Rokok, Pengedar Ini Diciduk Sat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar

AZ dan barang bukti yang ditemukan pun di bawa ke posko SatNarkoba Polres Pelabuhan Makassar untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

Simpan Sabu Dalam Bungkus Rokok, Pengedar Ini Diciduk Sat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar
Dok.Satnarkoba Polres Pelabuhan Makassar
Pengendar AZ (39) dan barang bukti yang diamankan Satnarkoba Polres Pelabuhan Makassar, Sabtu (4/1/2020)

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satuan Reserse Narkoba (Satres Narkoba) Polres Pelabuhan Makassar menangkap seorang pengedar sabu berinisial AZ (39), di Jalan Bungaejaya, Kandea Raya, Kota Makassar, Sabtu (4/1/2020) malam.

Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Muhammad Kadarislam Karim melalui Paur Humas IPTU Tumiar mengatakan, penangkapan itu bermula dari penangkapan salah satu pelaku penyalahguna narkoba berinisial RS.

" Kami peroleh informasi bahwa RS memperoleh narkotika dari Az beralamat Jalan Bungaejaya, Kandea raya Kota Makassar," kata Iptu Tumiar dalam keterangan tertulisnya.

Dari informasi RS, Sat Narkoba Polres Pelabuhan Makassar langsung melakukan pengembangan ke Jl Kandea Raya Kota Makassar dan mendapatkan rumah tersangka AZ.

" Selanjutnya anggota langsung masuk kedalam rumah dan ketemu dengan tersangka AZ, )ersonil yang dipimpin Kanit Opsnal Satnarkoba Ipda Asnawi memperkenalkan diri serta meminta izin untuk melakukan penggeledahan," ujarnya.

Saat penggeledahan, lanjut Tumir, polisi menemukan satu bungkus rokok berisi enam saset kristal bening diduga sabu.

22 saset kosong, satu saset bekas pakai, satu sendok sabu, satu set alat hisap sabu atau bong lengkap dengan pipet, dan satu pireks kaca bekas pakai.

AZ dan barang bukti yang ditemukan pun di bawa ke posko SatNarkoba Polres Pelabuhan Makassar untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.

" Atas perbuatannya, tersangka (AZ) dijerat pasal 114 ayat 2 subsider 112 ayat 2 junto 132 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dan Pasal 60 ayat 1 subsider 62 junto Pasal 71 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang psiktoropika." jelas Tumiar.

Pasal berlapis yang diterapkan itu, membuat AZ terancam hukuman lima hingga 15 tahun kurungan penjara. (*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow Instagram Tribun Timur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

(*)

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved