Medina Zein

Peneliti Adiksi Sebut Amfetamin Bukan Obat Bipolar, Istri Lukman Azhari Medina Zein Berbohong?

Peneliti Adiksi Sebut amfetamin Bukan Obat Bipolar, Istri Lukman Azhari Medina Zein Berbohong?

Peneliti Adiksi Sebut Amfetamin Bukan Obat Bipolar, Istri Lukman Azhari Medina Zein Berbohong?
Tribunnews.com
Medina Zein 

TRIBUN-TIMUR.COM - Peneliti Adiksi Sebut amfetamin Bukan Obat Bipolar, Istri Lukman Azhari Medina Zein Berbohong?

Narkotika jenis amfetamin masih hangat diperbincangkan setelah Selebgram Medina Zein tertangkap.

Istri Lukman Azhari mengakui mengkonsumsi amfetamin untuk mengatasi penyakit Bipolar yang ia derita.

Namun hal tersebut bertentangan dengan pengakuan peneliti adiksi.

5 Fakta Terbaru Kasus Narkoba Medina Zein: Mengidap Bipolar, Tak Beri ASI Bayinya, Anjuran Dokter!

Dalam pengakuannya di hadapan media saat rilis narkoba di Polda Metro Jaya, Medina Zein mengatakan ia mengkonsumsi obat yang mengandung narkotika.

Menurutnya, obat tersebut didapat dari dokter kejiwaan yang menangani penyakit Bipolarnya.

Tetapi Medina Zein juga tak mengungkap, obat apa yang dimaksud dan kandungan narkoba golongan berapa. Ia takut salah bicara.

Pengusaha sekaligus influencer Medina Zein memberikan keterangan saat rilis penyalahgunaan narkotika di Dit Resnaroba di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2020). Subdit II Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya akan melakukan rehabilitasi narkoba terhadap Medina Zein selama tiga bulan di Lembaga Pendidikan Polri, Lebak Bulus, Jakarta Selatan hal tersebut merujuk pada hasil asesmen Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta yang merekomendasikan Medina Zein untuk direhabilitasi. Tribunnews/Jeprima
Pengusaha sekaligus influencer Medina Zein memberikan keterangan saat rilis penyalahgunaan narkotika di Dit Resnaroba di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (3/1/2020). Subdit II Dit Resnarkoba Polda Metro Jaya akan melakukan rehabilitasi narkoba terhadap Medina Zein selama tiga bulan di Lembaga Pendidikan Polri, Lebak Bulus, Jakarta Selatan hal tersebut merujuk pada hasil asesmen Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta yang merekomendasikan Medina Zein untuk direhabilitasi. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

"Memang ada salah satu obat yang digunakan oleh saya tapi izin dokter itu memang narkoba golongan apa saya nggak paham. Takut salah ngomong. Biar nanti dokternya saja yang menjelaskan," ungkap Medina di Mapolda Metrojaya, Jumat (3/1/2019).
Obat terlarang amfetamin ini masuk ke dalam golongan 1 narkotika sesuai dengan Undang-Undang 35 tahun 2009.

Dokter sekaligus peneliti dalam bidang adiksi di Institute of Mental Health Addiction and Neuroscience (IMAN) Jakarta, dr. Hari Nugroho menjelasakan amfetamine memang sempat dipakai pada bidang medik.

Tapi yang digunakan biasanya adalah turunan amfetamine seperti dexamfetamin atau dextroamfetamin sebagai obat perangsang ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan obat tidur.

Halaman
1234
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved