BPJS Kesehatan Ditinggalkan, Warga Cukup Pakai KTP dan KK Saat Berobat, Gegara Iuran Naik

BPJS Kesehatan ditinggalkan, warga cukup pakai KTP dan KK saat berobat, gegara iuran naik. Itu berlaku di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan.

BPJS Kesehatan Ditinggalkan, Warga Cukup Pakai KTP dan KK Saat Berobat, Gegara Iuran Naik
KOMPAS TV
BPJS Kesehatan ditinggalkan, warga cukup pakai KTP dan KK saat berobat, gegara iuran naik. Itu berlaku di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - BPJS Kesehatan ditinggalkan, warga cukup pakai KTP dan KK saat berobat, gegara iuran naik.

Itu berlaku di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan ( Sumsel ).

Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Lahat, Sumsel tak lagi pakai BPJS Kesehatan untuk melayani warganya berobat.

Pemkab Lahat mulai tahun ini beralih menggunakan layanan berobat gratis.

Jadi warga cukup menggunakan KTP dan Kartu Keluarga (KK) untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.

Bukan Serangan Jantung, Penyebab Lina Mantan Istri Sule Meninggal Dunia, Penyakit Ibu Rizky Febian

Bandingkan Sikap Susi Pudjiastuti dan Edhy Prabowo Saat Kapal China Masuk Curi Ikan di Indonesia

Video Detik-detik Kapal Perang Indonesia KRI Tjiptadi Usir Kapal China di Natuna, Kawal Pencuri Ikan

Peralihan ini dikarenakan naiknya iuran dari BPJS Kesehatan.

Wakil Bupati Lahat, Haryanto membenarkan masyarakat Lahat yang ingin berobat cukup menggunakan KTP dan KK.

Ternyata Inilah Harta Karun di Natuna Bikin Indonesia dan China Tegang, Prabowo Subianto Cool

Bahkan meskipun tidak menggunakan BPJS Kesehatan, bagi masyarakat yang terpaksa rawat jalan ke RSMH Palembang juga tetap bisa menggunakan KTP dan KK.

"Walau harus dirujuk ke Palembang, juga bisa. Nanti ada petugas yang kita tunjuk yang mengurusnya. Jadi nanti RS rujukan, langsung klaim ke Pemkab Lahat," ujar Haryanto, Jumat (3/1/2020).

Dari data Dinas Kesehatan Lahat, setidaknya tahun 2018 ada 168.385 jiwa terdaftar dalam BPJS Kesehatan.

Lengkap, Harga Rokok di 2020 Semua Merek: Marlboro, Djarum, Gudang Garam, Sampoerna, Dji Sam Soe

Minggu, 5 Januari 2020, Bumi di Titik Terdekat dengan Matahari atau Perihelion, Dampak Akan Terjadi

Kabar Baik dari Mendikbud Nadiem Makarim, Guru Segera Terima Tunjangan Khusus/Tambahan Gaji, Syarat

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved