Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wajo

Bekas Galian Pipa Jargas di Wajo Nyaris Celakai Pengguna Jalan

Bekas galian pipa jaringan gas rumah tangga (jargas) di badan jalan nyaris mencelakai pengguna jalan di Kecamatan Tanasitolo, Wajo

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/HARDIANSYAH ABDI GUNAWAN
Sebuah mobil pengangkut tabung gas terjerembab di salah satu bekas galian pipa jargas di Desa Pajelele, Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Jumat (3/1/2020). 

TRIBUN-WAJO.COM, TANASITOLO - Bekas galian pipa jaringan gas rumah tangga (jargas) di badan jalan nyaris mencelakai pengguna jalan di Kecamatan Tanasitolo, Kabupaten Wajo, Jumat (3/1/2020).

Kondisi jalanan pasca hujan, membuat adanya penurunan tanah di bekas galian pipa jarga tersebut. Sehingga, kendaraan yang hendak menepi pun terjerembab di bekas galian.

Seperti yang terjadi pada sebuah mobil pengangkut tabung gas asal Pare-pare. Mobil yang dikemudikan Ikhwan (25) tersebut, terjebak cukup lama di dalam bekas galian jargas di Desa Pajelele, Kecamatan Tanasitolo.

"Mau menepi singgah istirahat, tiba-tiba langsung masuk ke lubang bekas galian jargas," kata salah satu personel Damkar dan Penyelamatan Wajo, Kustang Firman.

Kejadian tersebut berkisar pukul 07.50 WITA. Rencananya, Ikhwan dan rekannya Heri hendak melakukan pengisian ulang gas elpiji.

Mobil tersebut baru bisa dievakuasi ketika personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Wajo tiba setelah mendapatkan laporan.

"Kami baru saja mengevakuasi mobil asal Pare-pare yang mau mengantar tabung gas kosong yang terjebak di bekas galian jargas," katanya.

Enam personel Damkar dan Penyelamatan Wajo, dibantu dengan supir dan warga sekitar pun berhasil mengevakuasi mobil tersebut.

Sebelumnya, salah satu anggota DPRD Wajo, Mustafa sempat melayangkan protes terkait pengerjaan pasca pemasangan pipa jargas.

"Karena banyak bekas titik penimbunan jargas yang menyusut sehingga rawan buat pengguna jalan karena hampir semua titik berada di ruas jalan," katanya.

Menurutnya, proses penimbunan yang cuma menggunakan tanah tersebut dinilai bakalan berdampak ke depannya.

Seperti, apabila musim hujan, dipastikan akan ada penyusutan di bekas galian dan mengakibatkan genangan. Bila kemarau, tanah bekas gakian tersebut mengering dan menimbulkan debu.

Semestinya, tambah anggota Fraksi Gerindra tersebut, bekas galian tersebut dipadatkan.

"Untuk bekas galian jargas agar padatkan menggunakan stempers, dan kita mengharap agar penanggung jawab jargas Wajo untuk lebih serius mengawasi program dari Kementerian ESDM ini," katanya.

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow Instagram Tribun Timur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

(*)

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved