PLN

Yuk Bayar Tagihan Listrik Tepat Waktu, Diputus PLN itu 'Sakit'

Dalam surat tersebut, PLN memberitahukan akan memutus listrik sementara bila pelanggan belum membayar tagihan bulanan.

Eko Wahyu Prasongko
Humas PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar, Eko Wahyu Prasongko 

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa bagi masyarakat yang sering lupa membayar tagihan listrik sebaiknya migrasi dari pasca bayar menjadi Prabayar.

"Salah satu upaya agar hal seperti ini tidak terjadi ialah, kami selalu menghimbau kepada masyarakat untuk beralih menggunakan listrik pra bayar," jelasnya.

Menurutnya lagi, selain praktis penggunaannya dengan mengisi pulsa saja, juga menghindari pemutusan akibat telat membayar tagihan listrik.

Adapun total pelangggan di Sulawesi Selatan hingga saat ini ialah 2.260.537.

Dimana 57 persen atau sekitar 1.279.412 pelanggan pascabayar dan 981.125 atau 43 persen prabayar.

Sementara itu, salah satu pelanggan yang pada Desember 2019 lalu mengalami pemutusan listrik ialah warga Perumahan Riballa Bhayangkara, Kanjilo, Kabupaten Gowa, Manika.

Manika mengaku, telat dua hari membayar tagihan listrik karena keasyikan liburan.

"Pas sampai rumah itu kan malam, di depan pintu sudah ada surat peringatan bahwa listrik disegel. Makanya saya segera bayar lewat aplikasi Link Aja dan menghubungi pihak PLN agar segelnya dibuka," tuturnya. (uma)

Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow Instagram Tribun Timur

Subscribe akun Youtube Tribun Timur

(*)

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved