Jokowi

Kebijakan Pemerintahan Jokowi, Blokir Massal HP Sebentar Lagi Berlaku, Cara Cek HP yang Diblokir

Kebijakan pemerintahan Jokowi, blokir massal HP sebentar lagi berlaku, cara cek HP yang diblokir.

Kebijakan Pemerintahan Jokowi, Blokir Massal HP Sebentar Lagi Berlaku, Cara Cek HP yang Diblokir
TELE1.COM.TR
Kebijakan pemerintahan Jokowi, blokir massal HP yang tak punya IMEI sebentar lagi berlaku, cara cek HP yang diblokir. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Kebijakan pemerintahan Jokowi, blokir massal HP sebentar lagi berlaku, cara cek HP yang diblokir.

Pemblokiran telepon genggam atau ponsek yang tidak memiliki nomor IMEI bakal segera berlaku.

Sebelumnya, 3 kementerian resmi mengesahkan Peraturan Menteri tentang pemblokiran ponsel ilegal (black market/BM) melalui nomor IMEI, Oktober 2019 lalu.

Meski disahkan, aturan itu baru akan mulai berlaku dalam waktu enam bulan ke depan.

Dengan kata lain, pelaksanaan blokir ponsel BM dengan menggunakan IMEI baru akan dimulai pada April 2020 mendatang atau 4 bulan lagi.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika pada saat itu, Rudiantara, pemblokiran baru diterapkan dalam waktu enam bulan ke depan karena pemerintah pun butuh waktu untuk mensosialisasikan aturan tersebut kepada masyarakat.

Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, sebab regulasi ini baru akan berdampak pada orang yang membawa ponsel dari luar negeri.

Meski regulasinya telah disahkan pada bulan Oktober lalu, namun implementasi dari aturan pemblokiran ponsel blackmarket melalui nomor IMEI masih membutuhkan waktu.

Pasalnya, impementasi pemblokiran lewat IMEI ini masih harus menunggu aturan teknis yang lebih rinci dari tiga Direktur Jenderal (Dirjen) kementerian yakni Kementerian Kominfo, Kementerian Perindustrian ( Kemenperin ), dan Kementerian Perdagangan ( Kemendag ).

Menurut Arief Mustain, Dewan Anggota Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia ( ATSI) sampai saat ini aturan itu masih terus digodok oleh tiga kementerian tersebut.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved