FTI UMI

Bantu Penanganan Korban Banjir Bandang, FTI UMI Terima Penghargaan Pemkab Konawe Utara

Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia ( FT UMI ) menerima penghargaan dari Pemkab Konawe Utara.

Bantu Penanganan Korban Banjir Bandang, FTI UMI Terima Penghargaan Pemkab Konawe Utara
DOK FTI UMI
Bupati Konawe Utara sekaligus Ketua PII Cabang Konawe Utara Ruksamin (kiri) saat menerima STRI (Surat Tanda Registrasi Insinyur) dari Dekan FTI UMI, Zakir Sabara H Wata (tengah), di Wanggudu, Konawe Utara, Sultra, Rabu (1/1/2020). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Fakultas Teknologi Industri pada Universitas Muslim Indonesia ( FT UMI ) menerima penghargaan dari Pemkab Konawe Utara.

Penghargaan diberikan atas kepedulian sivitas akademika FTI UMI dalam membantu penanganan korban bencana banjir bandang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara ( Sultra ), Juni 2019 lalu.

Pada saat itu, FTI UMI mengerahkan tim relawan dari mahasiswa, menyalurkan bantuan pangan, hingga memberikan trauma healing kepada anak-korban.

Piagam penghargaan untuk FTI UMI diserahkan Bupati Konawe Utara, Ruksamin kepada Dekan FTI UMI, Zakir Sabara H Wata di sela malam ramah tamah peringatan HUT ke-11 Konawe Utara di Wanggudu, Konawe Utara, Rabu (1/1/2020).

Demikian siaran pers FTI UMI, Rabu.

Pada kesempatan tersebut, FTI UMI sebagai penyelenggara Program Profesi Insinyur ( PPI ) menyerahkan STRI ( Surat Tanda Registrasi Insinyur ) kepada Ruksamin.

Ruksamin merupakan alumnus PPI FTI UMI sekaligus Ketua Persatuan Insinyur Indonesia ( PII ) Cabang Konawe Utara.

Sebelumnya, STRI diserahkan secara simbolis Ketua Umum PII Pusat, Heru Dewanto, di Makassar, Sulsel, Jumat (13/12/2019), kepada 213 insinyur alumni PPI FTI UMI.

Satu di antara yang menerima adalah Ruksamin sebagai Insinyur Profesional Madya.

STRI merupakan dokumen yang harus dimiliki setiap insinyur yang akan melakukan praktik keinsinyuran di Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran Pasal 10 dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2019 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran Pasal 17.

STRI diperoleh seorang insinyur (alumni PPI) ketika telah melewati uji kompetensi yang diselenggarakan PII dan dinyatakan lulus.

Dalam STRI dimuat jenjang kualifikasi profesi ( insinyur profesional pratama, insinyur profesional madya, insinyur profesional utama ) masa berlaku, yakni selama 5 tahun.

Ketika masa berlakunya habis, maka harus diperpanjang melalui PII sebagai lembaga sertifikasi profesi insinyur.

Perlu diketahui bahwa insinyur yang melakukan kegiatan keinsinyuran tanpa memiliki STRI akan dikenakan sanksi administratif berupa peringatan tertulis dan penghentian sementara kegiatan keinsinyuran bahkan pidana.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved