Bisnis Otomotif

Tahun Ini, Lily Gunawan Target Omset 4 Digit per Bulan

Untuk di bisnis Otomotif Wholesale yang ia beri nama PT Alfa Global Indonesia, Lily menjual motor roda tiga Merk Nozomi.

Tahun Ini, Lily Gunawan Target Omset 4 Digit per Bulan
sukmawati/tribun-timur.com
Lily Gunawan

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah satu wanita pengusaha yang terbilang sukses di Makassar ialah Lily Gunawan.

Saat ini, Lily tengah menggeluti dua jenis bisnis, yakni di bidang otomotif dan fashion.

Untuk di bisnis Otomotif Wholesale yang ia beri nama PT Alfa Global Indonesia, Lily menjual motor roda tiga Merk Nozomi.

Sedangkan di bisnis fashionnya, ia memiliki Santri Butik yang menjual fesyen uniform, retail, custom dan perlengkapan sekolah.

Mengenai resolusi di 2020, pemilik akun Instagram @lilygunawan21 menargetkan omset hingga empat digit per bulan.

"Target 2020 menaikkan omset usaha menjadi empat digit. Karena kondisi ekonomi di tahun ini be nice to me," katanya saat dikonfirmasi Tribun Timur, Rabu (1/1/2020).

Menurutnya, menaikkan omset empat digit tentunya menjadi special challenge untuknya jika dilihat dari issue ekonomi 2020.

Perempuan asal Bandung ini berharap omset minimal Rp 100 juta per bulan untuk fashion dan Rp 1,7 miliar di bisnis otomatif.

Ia juga optimis dengan omset tersebut, melihat kecenderungan penjualan cukup positif di 2019.

"Di 2019, semuanya positif kok. Total pemasukan di bisnis otomotif Rp 17 miliar, sedangkan fashion Rp 500 juta," ucapnya.

Sementara target di 2020, ialah Rp 21 miliar untuk otomotif dan Rp 1 miliar di bisnis fashion.

Lebih lanjut dipaparkan, bahwa inovasi yang akan dilakukan untuk bisnis otomotif ialah memberikan pelayanan terbaik dalam menghadirkan motor roda tiga untuk support program pemerintahan dalam menangani transportasi kebersihan dan transportasi penanganan kebakaran.

Sedangkan untuk inovasi fashion di 2020, mengacu pada sustainable fashion. Fokus menciptakan fashion namun tidak merusak alam alias ramah lingkungan.

"Ramah lingkungan dalam fashion ini meliputi, penggunaan bahan baku textile dan pewarnaan textile. Kemudian bagaimana caranya kita menciptakan pakaian yang bisa digunakan berkali-kali sehingga tidak menambah limbah," jelasnya.

"Begitu juga dari segi produksi, kita fokus pada zero waste pattern agar mengurangi limbah produksi," tuturnya.

Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved