Pencabulan

Pencabulan Anak di Luwu Utara Meningkat, Korban Terakhir 'Dieksekusi' di Kebun Jagung

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Syamsul Rijal mengatakan, pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur tahun 2018 sebanyak 9 perkara.

Pencabulan Anak di Luwu Utara Meningkat, Korban Terakhir 'Dieksekusi' di Kebun Jagung
Surya/ilustrasi
Seorang siswi SMP berinisial YB dicabuli pacar hingga hamil. (ilustrasi) 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Perkara pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur meningkat di Kabupaten Luwu Utara sepanjang tahun 2019 kemarin.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Iptu Syamsul Rijal mengatakan, pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah umur tahun 2018 sebanyak 9 perkara.

Sementara pada tahun 2019, meningkat jadi 21 perkara.

"Jadi ada kenaikan 12 perkara," kata Syamsul, Rabu (1/1/2020).

Kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur yang masih hangat terjadi di Desa Tarobok, Kecamatan Baebunta, Luwu Utara, Senin (23/12/2019).

Kapolsek Baebunta, Ipda Rodo Parulian Manik mengatakan, satu dari dua pelaku sudah diamankan.

Dia adalah AR (18) warga Dusun Awo-awo Baru, Desa Tarobok.

AR bersama rekannya WN tertangkap basah tengah memperkosa NB (13) di sebuah kebun jagung milik warga di Desa Tarobok.

Dijelaskan Rodo, kasus pemerkosaan berawal ketika korban berada di rumah kerabatnya.

Kemudian pelaku WN berkomunikasi dengan korban melalui seluler.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved