Breaking News:

Kajati Sulsel Batal Diganti

Mutasi Kajati Sulsel Dibatalkan, ACC: Firdaus Tidak Punya Catatan Positif

Menurut Abdul Kadir Wokanubun, timnya punya catatan serius terkait penuntasan kasus-kasus korupsi dan semua mandek.

Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/DARULLAH
Kajati Sulsel, Firdaus Dewilmar. (darul//tribun) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pembatalan pergantian Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulsel, Firdaus Dewilmar jadi sorotan Anti Corruption Committe (ACC).

Dalam catatan tim ACC, selama menjabat Kajati Sulsel kurang lebih lima bulan, Firdaus tidak punya catatan positif.

"Ini ada catatan serius kami selama beliau menjabat," tegas Direktur ACC, Abd Kadir Wokanubun, Rabu (1/1/2020) malam.

Menurut Abdul Kadir Wokanubun, timnya punya catatan serius terkait penuntasan kasus-kasus korupsi dan semua mandek.

"Seperti, pengejaran DPO kasus korupsi, ketegasan sikap Kejati soal dugaan jaksa “nakal” serta keterbukaan informasi publik.

"Dan masih banyak lagi catatan kami, ini terkait kinerjanya (Kajati Dewilmar) kami memberikan catatan serius," beber Kadir.

Sejauh ini lanjut Kadir, ACC menilai nyaris tidak ada kasus korupsi besar diungkap selama kepemimpinan Firdaus Dewilmar.

"Ada kasus-kasus besar menyita perhatian publik, seperti kasus DAK Enrekang, DAK Bulukumba termaksud Jentang," jelasnya.

Untuk itu, aktivis ACC meminta keseriusan Kajati Firdaus Dewilmar agar kedepannya berani untuk tuntaskan kasus-kasus itu.

Selain itu, mengenai pembatalan mutasi Firdaus Dewilmar, tim ACC Sulsel menilai adanya sebuah masalah dalam Internal.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved