Kasus ADD Mattiro Bone

Diduga Libatkan Eks Camat, Pengusutan Kasus ADD Mattiro Bone Pangkep Dihentikan Polisi

Kanit Tipikor Polres Pangkep, Ipda Firman mengatakan Polres Pangkep sudah empat kali mengirim ke berkas ke kejaksaan.

munjiyah/tribunpangkep.com
Kanit Tipikor Reskrim Polres Pangkep, Ipda Firman. 

TRIBUNPANGKEP.COM, LIUKANG TUPABIRING--  Pengusutan kasus dugaan korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Mattiro Bone, yang menjerat mantan camat, Sahaba Nur dihentikan.

Kanit Tipikor Polres Pangkep, Ipda Firman mengatakan Polres Pangkep sudah empat kali mengirim ke berkas ke kejaksaan.

"Iya sudah empat kali dan dengan jawaban sama, karena berpedoman kepada peraturan Mahkamah Agung, terkait kerugian negara dibawah Rp 50 juta tidak ditindaklanjuti ke ranah persidangan," ujarnya, Rabu (1/1/2020).

Ipda Firman menyebut, atas dasar itulah kejaksaan memberikan target 19 September 2019 kasus itu dihentikan.

"Makanya dihentikan, karena petunjuk dari kejaksaan,  berkasnya sesuai aturan,"jelasnya.

Sebelumnya, diberitakan berkas tersangka kasus korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) Desa Mattiro Bone tahun 2016 Sahaba Nur hingga kini berkasnya belum dilimpahkan.

"Belum kita limpahkan berkasnya, masih tunggu petunjuk kejaksaan," katanya.

Sekedar diketahui, tersangka Sahaba Nur adalah Plt Kades Mattiro Bone menggantikan Abdul Rahman, saat Abd Rahman menghilang karena kasusnya sudah diketahui polisi.

Keduanya melakukan penyimpangan dalam melaksanakan tugas hingga hasil pemeriksaan khusus auditor Inspektorat Pangkep adalah kerugian negara Rp 265 juta.

Kedua tersangka melakukan kegiatan fiktif seperti pembangunan jalan desa fiktif, kekurangan pembayaran perahu fiber, belanja makan minum fiktif.

Halaman
12
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved