Opini

Revolusi Hitam Silicon Valley

INTERNET tidak hanya membuat media konvensional babak belur dan tersudut sedemikian tragisnya, namun ia juga merusak tatanan dan etika komunikasi

Revolusi Hitam Silicon Valley
DOK PRIBADI
Muhammad Hamzah, Kepala Seksi Penyiaran dan Kemitraan Media Dinas Kominfo Kota Makassar 

Muhammad Hamzah

Kepala Seksi Penyiaran dan Kemitraan Media pada Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar

INTERNET tidak hanya membuat media konvensional babak belur dan tersudut sedemikian tragisnya, namun ia juga merusak tatanan dan etika komunikasi yang di bangun selama ini.

Ancaman lainnya yang juga mengintai yakni ketimpangan ekonomi, penyebaran informasi palsu yang memecah belah, gelombang pengangguran, kebocoran data pribadi dan juga kemunduran demokrasi.

Sejumlah negara sedang gerah dengan alih daya digital yang mendisrupsi seluruh tatanan lama.

Media sosial, mesin pencari, e-commerce, dan platform sejenisnya hampir mengambil alih fungsi media mainstream yang kita kenal selama ini.

Surat kabar, televisi dan juga radio terkena imbas dari perubahan evolusi ekologi media dan membuat sejumlah entitas negara meradang.

Lihatlah Jerman yang menerapkan denda untuk perusahaan media sosial yang menyebarkan informasi bohong dan tidak menghapusnya dalam waktu 24 jam.

Tidak tanggung tanggung, bekas negara totaliter Nazi ini menerapkan denda sebesar 500 ribu euro atau setara Rp 7 miliar untuk setiap kabar bohong yang tersebar di negerinya.

Bahkan, Pemerintah Jerman juga “memaksa” setiap perusahaan sosial media untuk mendirikan unit penanganan kabar bohong demi melayani setiap pengaduan warganya  yang dirugikan akibat hoax.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved