Walhi Sulsel
Data Walhi 2019, Puting Beliung Dominasi Bencana di Sulsel
Hal tersebut disampaikan Direktur Walhi Sulsel, Muh Al Amin saat rilis Catatan Akhir Tahun 2019, Selasa (31/12/2019) petang.
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sepanjang 2019 ini, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sulsel menyebutkan, angin puting beliung dominasi bencana di Sulsel.
Hal tersebut disampaikan Direktur Walhi Sulsel, Muh Al Amin saat rilis Catatan Akhir Tahun 2019, Selasa (31/12/2019) petang.
"Kami mencatat ada 46,5 persen bencana angin puting tertinggi, setelah banjir 29,1 persen (%)," ungkap Amin saat rilis data.
Setelah puting beliung dan banjir, diikuti longsor 9,3 persen, kebakaran 7,0 persen, kekeringan 5,8 dan gelombang 2,3 persen.
Disebutkan Al Amin, ada 86 bencana dari berbagai daerah di Sulsel. Tertinggi Toraja 7 kejadian dan Luwu Timur tujuh kejadian.
"Sedangkan jumlah satu kejadian itu ada Parepare, Bantaeng dan Soppeng," ungkap Amin saat rilis Catatan Akhir Tahun 2019.
Daerah lain yang terkena dampak, seperti di Sidrap 6, Wajo 6, Pinrang 5, Enrekang 5, Barru 5, Pangkep 4, Takalar 4, Jeneponto 4.
Lalu, Luwu 4, Sinjai 3, Bone 3, Luwu Utara 3, Bulukumba 3. Dan, Toraja Utara 3, Gowa 3, Maros 2, Makassar 2, Palopo 2, Selayar 2.
Kata Al Amin, catatan 86 kasus kejadian bencana dengan enam jenis bencana itu, terjadi disemua Kota Kabupaten di Sulsel.
"Total kejadian bencana ekologis di Sulsel ini tercatat disemua kota kabupaten," jelas Alumnus Universitas Hasanuddin ini. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amriak Lobubun
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow Instagram Tribun Timur
Subscribe akun Youtube Tribun Timur
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/wahana-lingkungan-hidup-walhi-sulsel-saat-merilis-catatan-akhir-tahun-catahu.jpg)