Catatan Akhir Tahun 2019 LBH

Catatan Akhir Tahun 2019, LBH Sebut Makassar Dominasi Kasus

Lanjut Fajar Akbar, berdasarkan kategori korban, anak 18, perempuan 64, buruh 62, petani 25, nelayan 1, dan miskin kota 37.

Catatan Akhir Tahun 2019, LBH Sebut Makassar Dominasi Kasus
Darul Amri/Tribun Timur
3 aktivis dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, saat rilis akhir tahun 2019 dikantor LBH. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar menyebutkan, kasus tertinggi selama 2019 terbanyak dilaporkan dari Kota Makassar.

Data tersebut diungkapkan saat rilis data Catatan Akhir Tahun (Catahu) 2019 LBH, di kantor LBH, Selasa (31/12/2019) siang.

Kata Wakil Direktur LBH Muh Fajar Akbar, selama 2019 ada 246 permohonan di LBH Makassar. Tetapi yang diterima ada 237.

"Berdasar wilayah kasus di kota Makassar masih yang tertinggi, sebanyak 156 kasus atau laporan," kata Akbar saat rilis Catahu.

Dirincikan, Makassar 156 kasus, 80 kasus dari kota kabupaten di Sulsel. Sementara ada 10 pemohon berasal dari luas Sulsel.

Tapi lanjut Akbar, hanya 237 permohonan diterima. Berdasar sifat kasus, 111 adalah kasus struktural, dan 126 non struktural.

Keseluruhan itu berdasarkan jenis perkara, Pidana ada 102 kasus, Perdata 127 kasus, dan tata usaha negara sebanyak 8 kasus.

Berdasarkan layanan yang diberikan, 133 permohonan diberi jasa konsultasi, enam pemohon diberi mediasi, 98 diberi kuasa.

Lanjut Fajar Akbar, berdasarkan kategori korban, anak 18, perempuan 64, buruh 62, petani 25, nelayan 1, dan miskin kota 37.

"Ada pedagang kecil 10 orang, disabilitas 7 orang, aktivis atau mahasiswa atau jurnalis 13 orang korbannya," jelas Fajar Akbar.

Halaman
12
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved