Sikdes Maros

Mandek! Tiga Kasat Reskrim Polres Maros Dinilai Tak Mampu Seret Tersangka Sikdes, Ada Apa?

Salah satu kasus yang menjadi perhatian ACC yakni, dugaan korupsi pengdaan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Sikdes) di Maros.

Mandek! Tiga Kasat Reskrim Polres Maros Dinilai Tak Mampu Seret Tersangka Sikdes, Ada Apa?
net
ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anti Koruption Committee (ACC) Sulawesi menilai kepolisian dan kejaksaan di Sulsel tertutup dalam menangani kasus korupsi.

Salah satu kasus yang menjadi perhatian ACC yakni, dugaan korupsi pengdaan aplikasi Sistem Keuangan Desa (Sikdes) di Maros.

Kasus tersebut diusut oleh Polres Maros, namun hingga sekarang belum ada perkembangan.

Direktur ACC, Abdul Kadir Wokanubun menjelaskan Polda Sulsel dan jajarannya melakukan penyelidikan atau pengusutan kasus secara sembunyi-sembunyi, Senin (30/12/2019).

Kadir menilai selama 2018, Polres Maros tidak mampu menuntaskan satu kasus dugaan korupsi, yang diduga melibatkan oknum Kepala Desa, dan Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi).

Kasus tersebut yakni, dugaan korupsi Sistem Keuangan Desa (Sikdes) tahun 2013, dan telah merugikan negara sebesar Rp 600 juta.

"Kami pertanyakan komitmen Polres Maros atas janji mengusut tuntas kasus Sikdes. Sudah tiga Kasat Reskrim, namun belum mampu seret tersangka tahun 2018," kata Kadir.

 

Kadir curiga, pengusutan satu kasus oleh Polres Maros membutuhan waktu lebih dari setahun. Hal tersebut, membuktikan Polres sangat lambat dalam mengusut.

Polres Maros kini memiliki waktu dua bulam untuk menyeret tersangka. Sejak tahun 2019, Polres dinilai menggantung kasus tersebut.

"Kasus ini dirilis oleh Polres tahun 2018 lalu. Bersamaan dengan kasus korupsi Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GBIB) Dinas Perikanan," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved