Pebalap Motor Tewas

Pebalap Majene yang Tewas di Road Race Kapolresta Mamuju Anak Pengusaha Rumah Makan

Ialah Ilham Pramidya (16), tewas setelah jatuh di tikungan lalu ditabrak oleh pebalap lain. Insiden itu terjadi sekitar Pukul 15.15 Wita sore tadi.

Pebalap Majene yang Tewas di Road Race Kapolresta Mamuju Anak Pengusaha Rumah Makan - fakta-pembalap-majene-ilham-pramudya-tewas-kecelakaan.jpg
Youtube
Ilham Pramudya Tewas Kecelakaan
Pebalap Majene yang Tewas di Road Race Kapolresta Mamuju Anak Pengusaha Rumah Makan - ilham-pramudya-aa.jpg
FB: ilham pramudya
Ilham Pramudya
Pebalap Majene yang Tewas di Road Race Kapolresta Mamuju Anak Pengusaha Rumah Makan - ilham-pramudya-sae.jpg
nurhadi/tribunmamuju.com
Ilham Pramudya

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Nasib naas dialami seorang pebalap asal Kabupaten Majene di lintasan road race Kapolresta Mamuju CUP I yang berlangsung di Sirkuit Arteri, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Minggu (29/12/2019).

Ialah Ilham Pramudya (16), tewas setelah jatuh di tikungan lalu ditabrak oleh pebalap lain. Insiden itu terjadi sekitar Pukul 15.15 Wita sore tadi.

Korban adalan Joki (sebutan pebalap) milenial yang masih berstatus atau siswa SMA Negeri 3 Majene. Ia adalah warga Saleppa, Kecamatan Banggae Kabupaten Majene.

Ilham a lahir pada 3 Maret 2003 di Majene. Selama hidupnya korban terbilang aktif di sosial media (sosmed).

Korban adalah putra pasangan Herman Makmur dan Nunung Asrayani, pemilik Warung Makan Indonesia di Malunda.

Pantau Tribun-Timur.com di akun facebook miliknya, hampir seluruh aktifitasnya diabadikan termasuk aktifitas balapan atau berfoto dengan motornya lalu di posting ke akunnya.

Selain dikenal sebagai pebalap, ternyata korban juga merupakan atlet balap sepeda dibuktikan dari postingan di akun facebooknya.

Korban sempat membawa nama Kabupaten Majene pada cabor balap sepeda di Porprov Sulbar yang berlangsung di Majene tahun lalu.

Sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Hoegeng Iman Santoso yang jaraknya tak jauh dari Arena Balapan akibat pendarahan serius yang dialami. Namun nyawa korban tak tertolong karena sejak jatuh korban sudah tak sadar hingga akhirnya divonis tewas.

Keluar darah dari hidung serta telinga kiri korban. Kemudian luka-luka pada bagian dada.

Jenazah korban sudah di bawa ke rumah orang tuanya di Gattung-Gattung, Saleppa, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, untuk dikebumikan besok di pemakaman Islam Saleppa.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved