Ijazah Palsu

Diduga Ijazah Palsu, AMIWB Minta PMD Wajo Tunda Pelantikan Kades Balielo

Pasalnya, berkas Nur Asia masih dalam proses hukum dan belum ada keputusan tetap terkait perkara tersebut.

Diduga Ijazah Palsu, AMIWB Minta PMD Wajo Tunda Pelantikan Kades Balielo
hardiansyah/tribunwajo.com
AMIWB bersama masyarakat Desa Balielo melakukam unjuk rasa di Dinas PMD Wajo beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Rencananya, 13 kepala desa terpilih di Kabupaten Wajo akan dilantik pada Selasa (31/12/2019) mendatang.

Kepala desa terpilih tersebut hasil pilkades serentak yang digelar pada Rabu (4/12/2019) lalu.

Namun, aktivis Aliansi Mahasiswa Indonesia Wajo Bersatu (AMIWB), Heriyanto Ardi meminta pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Wajo untuk menunda pelantikan salah satu kepala desa terpilih.

Yaitu, Nur Asia, pemenang pilkdes Desa Balielo, Kecamatan Bola.

Pasalnya, berkas Nur Asia masih dalam proses hukum dan belum ada keputusan tetap terkait perkara tersebut.

"Kami meminta PMD untuk menunda dulu pelantikan saudari Nur Asia sampai ada kejelasan terkait dugaan pemalsuan dokumennya," kata Heriyanto Ardi, Minggu (29/12/2019).

Diketahui, Nur Asia dituding melakukan pemalsuan dokumen surat keterangan pengganti ijazah SD.

Hal tersebut dianggap melanggar Perda nomor 2 tahun 2017 tentang tata cara pemilihan, pengangkatan, masa jabatan, dan pemberhentian kepala desa.

"Kami akan melakukan aksi bersama masyarakat Balielo di Dinas PMD besok (Senin), untuk meminta penundaan pelantikan saudari Nur Asia sampai adanya kejelasan terkait dugaan pelanggarannya," katanya.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved