Viral di Facebook, Nenek Naharia Diduga 20 Tahun Diterlantarkan Anak di Malaysia, Orang Bone Sulsel?

Video viral di Facebook, nenek Naharia diduga 20-an tahun diterlantarkan anaknya di Malaysia, orang Bone Sulsel?

Viral di Facebook, Nenek Naharia Diduga 20 Tahun Diterlantarkan Anak di Malaysia, Orang Bone Sulsel?
FACEBOOK.COM/HJ IRAWATI LDU
Video viral di Facebook, nenek Naharia diduga 20-an tahun diterlantarkan anaknya di Malaysia, orang Bone Sulsel? 

Mereka tak setiap saat datang karena banyak yang sibuk dengan pekerjaannya.

"Orang saja kasihan (kepada) mamamu, kasih makan siang - malam. Semuanya (kerukunan) orang Kadai di sini bagi beras, duit, apa-apa, polis apa semuanya datang di sini bagi (beri) aku duit," tutur dia.

Kadai merujuk pada nama sebuah desa di Kecamatan Mare, Kabupaten Bone.

Di gubuk nenek Nahariah, tampak terdapat kompor gas, namun dia tak bisa memasak karena matanya tak bisa lagi melihat.

Tampak pula sepiring nasi dan mirip sambal, namun itu pemberian atau dimasak orang lain.

"Hari-hari datang orang bagi (kepada) aku makanan, duit. Ndak ada duit, ditengok aku. Bantal apa, dibagi aku. Ondeng, bukan aku sengsara di sini. (Setiap hari orang datang memberi aku makanan, duit). Kalau kehabisan duit, saya dibesuk. Diberi bantal. Ondeng, saya tidak sengsara di sini)."

"Banyak orang kasihan aku, kasih makan aku di sini. Tidak boleh turun di lehernya orang makanannya kalau ndak dibagi aku. Asal aku dikasihani. Banyak orang tidak mau turun nasi di lehernya, Ondeng, kalau ndak dibagi (ke) orangtuamu, Nahariah," tutur dia membelakangi rak pakaian dan kasur yang disandarkan di dinding dalam gubuk terlihat agak kumuh.

Kangen 

Setelah bantuan mengalir, nenek Nahariah tak lagi kesulitan makanan.

Kendati demikian, masih masalah belum bisa lepas dari dirinya, rindu kepada anak dan menantu.

"Makanan pun, Aliyas, Ondeng, ndak aku sengsara. Apa dia makan (aku dikasih), tapi aku rindu sama kita. Rindu aku sama kita, Ondeng, Aliyas, rindu aku," katanya mengungkapkan isi hati.

Berbagai upaya pernah dilakukan Nahariah agar bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan Ondeng dan Aliyas.

Dia mengaku jika upaya sempat disiarkan melalui televisi dan radio, namun kala itu tak membuahkan hasil.

Pesan Kepada Anaknya

Puluhan tahun sabar menanti, nenek Naharia masih menaruh harapan agar pada suatu waktu bisa bertemu kembali dengan anak dan menanantunya.

Dia mencoba mengetuk pintu hati anak dan menantunya jika mereka masih ada.

"Ondeng, Aliyas, messiangga bua bua, tudangga ale-ale di Batu 13. De’ gaga mitteka saliwengna Aji Wati. Polis, tannia polis, iyya balancaika, iyya magaka. (Ondeng, Aliyas, tolong kasihani saya. Saya seorang diri di Batu 13. Tidak ada yang tolong saya selain Hajjah Wati. Polisi, bukan polis, mereka yang batu saya membeli kebutuhan pokok)," kata nenek Naharia memelas menyampaikan pesannya dalam bahasa Bugis.

"Monroka ale-ale pappadami maega anakku. Iko anakku de memeng to gaga paringgerangmu di orangtuamu. De memeng to gaga paringgerangmu di orangtuamu. Orangtuamu diingerakko esso wenni. Makkeda kaya ro Ondeng, Aliyas na de lokkai mitai emma’ na. De’ nalokka mitai emma ‘na. Sedangkan orang lain koe, iya maneng kega lettu kega, lettu Semenanjung dipanrei emma’ mu Ondeng, Aliyas. Iko de’ gaga messi bua buamu di orangtuamu. (Tinggallah saya seorang diri, seperti banyak anakku. Kau anakku seperti tidak ada yang kau ingat. Memang tidak ada yang kau ingat kepada orangtuamu. Orangtuamu ingat kamu siang dan malam. Ondeng, Aliyas tidak datang menjenguk ibunya. Sedangkan orang lain di sini dari berbagai penjuru sampai Semenanjung datang memberi makan ibumu, Ondeng, Aliyas. Kamu tidak punya rasa kasihan kepada orangtuamu)."

"Hidup kah, mati kah, aku ndak mati. Ada aku ini, nak, bercakap-cakap mendengar suaraku."

"Kau mungkin senang-senang kau di kampungmu, Makassar. Aku ini sengsara sudah duduk sendiri mendengar suara. Kau Ondeng, Aliyas, mungkin senang hati kau di Makassar."

Video Naharia diduga diterlantarkankan anaknya mendapat banyak respon dari facebookers.

Ada yang berkomentar mengaku sebagai kerabatnya dan akan segera menemui nenek Naharia.

Ada juga yang meminta publik tidak lekas berburuk sangka kepada Ondeng dan Aliyas karena jangan sampai anak dan menantunya meninggal dunia sehingga tidak kembali ke rumah ibunya.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved