Viral di Facebook, Nenek Naharia Diduga 20 Tahun Diterlantarkan Anak di Malaysia, Orang Bone Sulsel?

Video viral di Facebook, nenek Naharia diduga 20-an tahun diterlantarkan anaknya di Malaysia, orang Bone Sulsel?

Viral di Facebook, Nenek Naharia Diduga 20 Tahun Diterlantarkan Anak di Malaysia, Orang Bone Sulsel?
FACEBOOK.COM/HJ IRAWATI LDU
Video viral di Facebook, nenek Naharia diduga 20-an tahun diterlantarkan anaknya di Malaysia, orang Bone Sulsel? 

Bahkan sekadar berbagi kabar berita tentang nasibnya di kampung, tempat menetap setelah pergi jauh melintasi negara pun juga tak pernah.

Mereka lost contact.

"Sikalina medde’ ko (Ketika kau pergi), Ondeng, di Batu 13, ndak pernah kau didengar suaramu, di mana kau tinggal. Waktu aku tinggal di Paris, masih ada kau, baru jalan. Ini di Batu 13, lama sudah ndak pernah muncul-muncul suaramu. Apa dimakan mama ku, dikerja mama ku, ndak ada sudah."

Nahariah sangat rindu!

"Kau apa kerjamu di situ? Kaya kah, tidak kaya kah? Ada si Cancu tinggal sama aku, dikasih keluar dia orang tidak pernah balik-balik, ndak pernah tengok-tengok aku. Adakah bininya, tidak adakah bininya, tidak ada suara-suara. Macam kau, tidak ada suaramu di Makassar, di mamamu, Batu 13 Simpang Jeroco. (Kamu kerja apa di situ? Apakah kaya atau tidak kaya? Dulu, ada Cancu tinggal sama saya, tapi pergi sama orang lain dan tidak pernah balik. Tidak pernah tengok aku. Adakah bininya, tidak adakah bininya, tidak ada suara-suara. Macam kau, tidak ada suaramu di Makassar, di mamamu, Batu 13, Simpang Jeroco)," tutur dia.

Kepedulian Warga

Nahariah berulang kali membandingkan betapa pedulinya warga sekitar terhadap dirinya dengan perilaku anak dan menantunya.

Tahu nenek Nahariah terlantar dan hidup sebatang kara, warga berbondong-bondong ke gubuknya membawa makanan, memberi uang, dan segala kebutuhan pokok lainnya.

Nenek Naharia tak melihat siapa saja yang datang, tapi dirinya hanya mendengar perkataan tiap tamu pembawa bantuan.

"Nakko wangkelinga muni otoe, wangkelinga makkeda 'nene’ engkae, iya ro bawang. Iyya ko uwita taue, de’ gaga uwita. (Jika suara mobil, saya dengar ada orang berkata 'nenek ada pemberian, itu saja saya dengar'. Saya tidak bisa melihat siapa yang datang)," tuturnya berbahasa Bugis menceritakan banyaknya warga datang memberi bantuan.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved