Tribun Luwu Timur

Mau Umrah, Bupati Luwu Timur Titip Tugas Pemerintahan ke Sekda, Alpian: Keliru!

Kontroversi muncul di masyarakat pasca pelantikan pejabat administrator dan pengawas yang dilantik Bupati Luwu Timur, Thorig Husler

Mau Umrah, Bupati Luwu Timur Titip Tugas Pemerintahan ke Sekda, Alpian: Keliru!
Ivan Ismar
Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Kontroversi muncul di masyarakat pasca pelantikan pejabat administrator dan pengawas yang dilantik Bupati Luwu Timur, Thorig Husler pada Kamis (26/12/2019) malam.

Pelantikan pejabat tersebut berlangsung di Aula Rujab Bupati Luwu Timur, Jl Andi Hasan Opu To Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bukan pelantikannya yang menuai kontroversi.

Melainkan pernyataan Husler yang menitipkan tugas dan tanggungjawab pemerintah Luwu Timur selama sembilan hari kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur, Bahri Suli.

Bukan pada Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.

Husler tidak berada di Kabupaten Luwu Timur selama sembilan hari kedepan karena ingin melaksanakan ibadah umrah.

Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian turut menyoroti apa yang sudah disampaikan Husler tersebut hingga menjadi konsumsi publik.

Menurutnya, penitipan tugas dan tanggungjawab ke Sekda Luwu Timur, Bahri Suli dinilai menyalahi Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Saya menilai keliru menitipkan tugas jabatan ke Sekda. Padahal wakil bupati sedang tidak berhalangan (ada di Luwu Timur)," kata Alpian kepada wartawan, Sabtu (28/12/2019).

Sekretaris Fraksi Hanura menjelaskan, dalam amanat UU tersebut, apabila kepala daerah (bupati) berhalangan sementara, dan tidak ada wakil kepala daerah maka sekda melaksanakan tugas sehari-hari kepala daerah.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved