OPINI

OPINI: Renungan Natal dan Akhir Tahun 2019

Di sebuah pojok rumah sederhana hadir seorang insan dalam terang kemilau kemuliaan yang Ilahi.

MUH ABDIWAN
Tampilan pohon natal dari botol plastik ala Claro Hotel Makassar 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Cahaya temaram menyinari kota kecil nan mungil Betlehem. Kesunyian malam dan udara dingin membungkus kota Raja Daud itu.

Di sebuah pojok rumah sederhana hadir seorang insan dalam terang kemilau kemuliaan yang Ilahi.

Sebuah palungan dengan hamparan jerami menjadi pelataran kelahiran Sang Mesias.

Demikianlah gambaran penginjil melukiskan kelahiran Imanuel ketika Ia hadir di tengah-tengah dunia yang gelap
dan suram ini (bdk. Mat 1:18-25; Luk. 2:1-7).

Ia hadir membawa seberkas cahaya harapan bagi setiap insan.

Kelahirannya mengundang semua orang dari seluruh kalangan, mulai dari para gembala miskin dan sederhana di padang Efrata sampai para Majus yang bijak bestari dari Timur jauh (bdk. Mat. 2:1-12; Luk. 2:8-20).

Kelahiran Sang Raja Damai mempersatukan setiap orang dari berbagai kalangan, suku, bahasa dan budaya.

Ia hadir di tengah-tengah dunia sebagai peretas jurang perselisihan, pertengkaran dan perpecahan.

KehadiranNya merekatkan semua orang yang mengharapkan perdamaian, cinta kasih dan keselamatan kekal di muka bumi ini.

Solidaritasnya kepada manusia melalui kelahiranNya yang sangat sederhana di Betlehem menggenapi nubuat para nabi akan kehadiran Allah di tengah-tengah umat manusia, sang Imanuel (bdk. Yes. 7:14).

Halaman
1234
Penulis: CitizenReporter
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved