Momen Hari Ibu, Guru di Maros ini Ciptakan Puisi

Ima panggilan akrab guru peraih juara lomba menulis esai se-Kabupaten Maros ini sebenarnya mengaku tak mesti ada hari khusus untuk merayakan hari Ibu

Momen Hari Ibu, Guru di Maros ini Ciptakan Puisi
ist
guru di Kabupaten Maros, St Fatimah Achmad

HARI Ibu yang jatuh di 22 Desember 2019 ini menjadi momen tersendiri bagi seorang guru di Maros, St Fatimah Achmad, yang dimanfaatkan dengan mengunggah puisi hasil karyanya ke media sosial youtube berjudul "Septong Doa untuk Ibu”. 

Ima panggilan akrab guru peraih juara lomba menulis esai se-Kabupaten Maros ini sebenarnya mengaku tak mesti ada hari khusus untuk merayakan hari Ibu. 

Menurutnya, mencintai Ibu, memberi hadiah, atau memperlakukannya dengan spesial,  tidak perlu menunggu 22 Desember.  “Semua hari adalah wajib untuk kita memuliakan Ibu,” tuturnya, Senin (23/12/2019). 

Ima mengatakan puisinya tercipta dari akumulasi rasa sayang kepada ibunya yang telah lama meninggal dunia. Kata-kata itu lahir spontan dan mewakili perasaannya selama almarhumah bersama dirinya. 

Baginya, pencapaian hidup baik dalam karir maupun aktivitas lainnya tidak terlepas dari doa-doa Ibu. “Doa Ibu itu keramat dan mumpuni. Makanya berbuat baik kepada Ibu itu wajib hukumnya untuk anak,” tambahnya. 

Berikut isi puisi dan video yang diunggahnya di YouTube: 

SEPOTONG DOA UNTUK IBU 

Ibu matahari baru saja tenggelam, laut diam saja

Hanya temaram yang menandakan perpisahan mereka

Sungguh ada luka yang disayat disana, tapi ombak, camar, dan nuansa jingga menghilangkan semua duka, menggantikannya ketenangan

Halaman
123
Penulis: Amiruddin
Editor: Ridwan Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved