Pendidikan

Bachtiar Adnan Kusuma: Pendidikan Tanggungjawab Kosmopolit yang Universal

Penyampaian pikiran-pikiran tentang Refleksi Pendidikan di Sulsel pada 2019, disampaikan BAK melalui Kuliah Online Group Whattshap Forum Peduli Pendid

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Ansar
hasim arfah/tribun-timur.com
Ketua Forum Peduli Pendidikan Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma 

Karena itu, kita butuh yang mengurus pendidikan adalah profesional, punya kompetensi pendidikan, faham tipologi pendidikan Sulsel dan mau memperjuangkan mutu pendidikan, nasib dan kesejahteraan guru, nasib guru honorer," katanya.

Kelima, persoalan literasi Sulsel masih saja belum menggembirakan, masih diurut sepatu yaitu posisi ke-14 dari seluruh provinsi yang ada.

Ukuran-ukuran inilah yang membuat kita prihatin, dan tetap membangun optimis mencari solusi dan jalan terbaik memajukan pendidikan di Sulsel.

BAK berharap dengan pikiran-pikiran besar kita semua bisa solutif memberikan jalan terbaik atas dunia pendidikan di Sulsel.

Pikirkan saja, guru dan kepsek harus bebas totalitas intervensi siapapun, apalagi menarik mereka ke pusaram politik, segera dihentikan--Perlu otonomisasi luas akan guru dan kepsek.

Pada sesi kedua Kuliah Online beragam pertanyaan, harapan dan masukan disampaikan dari berbargai peserta yang mendambakan pendidikan di Sulsel semakin baik.

Pada sesi ketiga, BAK menutup penyampaian materi kuliah Refleksi Pendidikan di Sulsel dengan mengutip pernyataan novelis terkemuka Perancis, Frans Kafka, berkata sesungguhnya membaca adalah kampak untuk menghancurkan kebodohan yang ada dalam diri manusia. Kebodohan manusia adalah musuh bersama kita, yang hanya bisa dilawan dengan Pendidikan.

Pendidikan adalah urat nadi peradaban. Dan peradaban hanya bisa dibangun dengan membaca dan menulis. Karena itu, hanya manusia yang membaca dan menulis memiliki peradaban yang tinggi.

Tugas kita sekarang, adalah menciptakan peradaban yang dimulai dari pendidikan yang berkualitas.

Kuncinya literasi haruslah tumbuh menjadi bagian sangat penting dakam kehidupan kita.Siapa yang menciptakan peradaban, maka mereka akan tercatat dalam tinta sejarah peradaban.

"Peradaban yang tinggi menunjukkan mutu pendidikan sebuah bangsa yang Besar," katanya.(*)

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved