PON 2020 Papua
Sulsel Target 10 Besar di PON 2020 Papua
Sulawesi Selatan menargetkan masuk urutan 10 besar pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.
Penulis: Alfian | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sulawesi Selatan menargetkan masuk urutan 10 besar pada gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua.
Target itu cukup realistis bagi Pemerintah Provinsi Sulsel.
Mengingat pada gelaran PON sebelumnya di Jawa Barat 2016 lalu, kontingen Sulsel hanya finish di posisi 12.
"Insya Allah pada PON yang akan datang tentu kita tidak akan berpikir untuk tetap pada urutan 12 tetapi minimal kita bisa masuk 10 besar," ucap Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, saat menghadiri ramah tamah bersama atlet Sulsel peraih medali di Sea Games, Kamis (19/12/2019) malam.
Sejauh ini kontingen Sulsel telah melakukan sejumlah persiapan sebelum ajang PON di Papua.
Data terbaru dari arena praKualifikasi PON atau Pra-PON, Sulsel telah meloloskan 27 cabang olahraga ke putaran final PON 2020 dari 40 cabang yang dipersiapkan.
"Alhamdulillah kita sudah mendapatkan 27 cabang olahraga yang lolos pra-PON untuk mengikuti PON di Papua tahun 2020, terdapat lima cabang olahraga yang gugur atau tidak lolos seleksi prakualifikasi dan sementara saat ini empat cabang olahraga masih sedang mengikuti prakualifikasi," terang kadispora Sulsel, Andi Arwin Azis.
Prestasi Anjlok
KOntingen Sulsel pada PON XIX Jawa Barat 2016 lalu hanya mampu finish di posisi ke-12.
Perolehan medali emas yang dicapai oleh atlet-atlet Sulsel adalah 12 medali emas, 23 perak dan 28 perunggu.
Padahal pada PON XVIII Riau 2012 lalu, Sulsel mampu finish di peringkat 7 dengan perolehan 19 medali emas, 17 perak dan 21 perunggu.
Ketua KONI Sulsel, Andi Darussalam Tabussalla yang ditemui di Bandung, Rabu (28/9/2016) mengatakan pihaknya akan bertanggung jawab penuh atas kegagalan tim Sulsel di gelaran even olahraga empat tahunan itu.
"Saya minta maaf kepada pemerintah Sulawesi Selatan dan masyarakat Sulawesi Selatan atas kegagalan ini," kata ADS.
Setelah PON Jabar, ia akan membuat laporan pertanggung jawaban untuk kemudian dilaporkan kepada pemprov Sulsel.
"Dan saya juga akan melakukan evaluasi pada kepengurusan saya di KONI Sulsel ini, kegagalan ini menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya," sambungnya.
Terkait banyaknya faktor non-teknis yang mempengaruhi hasil di beberapa cabang olahraga, ADS - sapaan akrabnya enggan menjadikan hal itu sebagai kambing hitam.
"Itu tidak bisa dijadikan alasan, boleh saja bicara begitu, tapi harus diakui memang kita gagal di perhelatan PON tahun ini, " jelas ADS.(tribun-timur.com)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, @piyann__
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/gubernur-sulawesi-selatan-nurdin-abdullah-menyerahkan-bonus-kepada-atlet.jpg)