Catatan Akhir Tahun 2019

Lakpesdam NU Sulsel Dorong Prof Andalan Buat Terobosan Baru Layanan Publik

Lakpesdam NU Sulawesi Selatan memberikan catatan akhir tahun 2019 untuk berbagai isu

Lakpesdam NU Sulsel Dorong Prof Andalan Buat Terobosan Baru Layanan Publik
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Ketua Lakpesdam NU Sulawesi Selatan, Syafrillah Syahrir MA 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pengurus Wilayah Lajnah Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Sulawesi Selatan memberikan catatan akhir tahun 2019 untuk berbagai isu.

Ketua Lakpesdam NU Sulawesi Selatan, Syafrillah Syahrir, MA menyampaikan catatan akhir tahun untuk Bidang Sosial-Kemasyarakatan yakni Kerukunan sosial di Sulsel cenderung terganggu sepanjang 2019 ini.

"Dinamika politik pemilu 2019 menjadi salah satu pemicunya. Masyarakat terbelah dalam dua arus utama berdasarkan pasangan Capres dan cawapres," katanya, Jumat (20/12/2019).

Menurutnya, dalam dunia maya, keterbelahan masyarakat bahkan kian buruk, sebab bukan diskursus yang berlangsung, melainkan caci maki, fitnah memfitnah, hardik menghardik dan sebagainya.

"Fragmentasi sosial seperti ini menunjukkan rendahnya mutu praktik demokrasi kita. Di masa data, para pekerja politik di daerah ini harus berupaya mendidik warga dengan demokrasi yang lebih bermutu," katanya.

Dalam Bidang keagaamaan, Lakpesdam NU Sulawesi Selatan menyampaikan, sepanjang 2019 ini klaim kebenaran dalam beragama juga cukup massif, terutama melalui media sosial.

"Ada pihak menganggap kaumnya paling benar, dan memvonis kaum lain tak benar merupakan fenomena memalukan sebagai umat beragama. Nilai-nilai Arrahman dan Arrahiiim tak tercermin.

Lakpesdam NU Sulsel berpandangan bahwa itulah fenomena buruk bila agama disertakan dalam praktik politik kekuasaan. Bagi Lakpesdam NU Sulsel, agama adalah pengawas moralitas politik. Bukan aktor politik," katanya.

Lanjut Syafrillah Syahrir, itulah resiko memalukan bila agama dengan segala identitasnya diterjunkan bebas dalam praktik politik praktis.

"Disini, perlu kiranya segera mengakhiri politisasi agama," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved