Muslim Uighur

MUI Ungkap Larangan Salat, Ngaji di Pusat Re-edukasi China, Kok Indonesia Diam soal Muslim Uighur?

MUI ungkap larangan salat, puasa, ngaji di re-education center China, kenapa Indonesia 'bungkam' soal Muslim Uighur?

MUI Ungkap Larangan Salat, Ngaji di Pusat Re-edukasi China, Kok Indonesia Diam soal Muslim Uighur?
PETER PARKS/AFP/GETTY VIA BBC.COM
Sekelompok warga Muslim Uighur menghalau polisi dalam aksi protes di Provinsi Xinjiang, China. 

TRIBUN-TIMUR.COM - MUI ungkap larangan salat, puasa, ngaji di re-education center China, kenapa Indonesia malah 'bungkam' soal Muslim Uighur?

Sikap ormas-ormas Islam dan pemerintah Indonesia yang cenderung "bungkam" atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnik minoritas Uighur di Xinjiang, China, dianggap berkaitan dengan urusan ekonomi.

Namun, hal ini dibantah oleh perwakilan pemerintah yang menyebut, Indonesia melakukan "pendekatan diplomasi lunak yang proporsional" terhadap masalah itu.

Tudingan itu semula diberitakan oleh sebuah surat kabar Amerika Serikat berdasarkan hasil penelitian lembaga kajian Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC), Explaining Indonesia's Silence on The Uighur Issue yang dirilis Juni 2019 lalu.

Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU ) yang juga juru bicara Wakil Presiden RI Maruf Amin, Masduki Baidlowi, membantah isu organisasinya dirayu oleh China terkait Muslim Uighur.

Dia pun menegaskan, pemerintah Indonesia tidak bersikap lantang atau yang dia sebut sebagai 'megaphone diplomacy' dan sebaliknya menempuh pendekatan diplomasi lunak.

"Indonesia mengambil sikap soft diplomacy yang proporsional. Soft diplomacy bukan berarti lemah, kami juga lakukan langkah-langkah," ujar Masduki Baidlowi kepada BBC News Indonesia, Rabu (18/12/2019).

Ratusan ribu Muslim Uighur dilaporkan dipenjara di kamp-kamp untuk menjalani hal yang disebut sebagai pencucian otak, meskipun pemerintah China mengatakan mereka mendapatan pelatihan secara suka rela.

'Tidak berdasar' dan 'fitnah'

Sebelumnya, surat kabar Wall Street Journal melaporkan bahwa pemerintah China mendanai sekelompok delegasi asal Indonesia yang terdiri dari organisasi Islam dan wartawan untuk berkunjung ke Xinjiang dalam upaya meraih dukungan internasional dan membentuk opini publik.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved