Pungli Sertifikat Tanah

Kasus Dugaan Pungli Sertifikat Tanah Gratis di Biraeng Pangkep, Mantan Lurah Jalani Sidang Perdana

Rencananya, agenda sidang selanjutnya akan kembali dilaksanakan pada Januari 2020 mendatang.

Kasus Dugaan Pungli Sertifikat Tanah Gratis di Biraeng Pangkep, Mantan Lurah Jalani Sidang Perdana
Kejari Pangkep
Mantan Lurah Biraeng, Armin Syanur menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Selasa (17/12/2019). 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE - Mantan Lurah Biraeng, Armin Syanur menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Makassar, Selasa (17/12/2019).

"Iya pukul 3 sore tadi terdakwa Armin menjalani sidang perdananya dugaan perkara pungutan liar, program redistribusi sertifikat tanah dari BPN/ATR," kata Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pangkep, Sugiharto.

Sugiharto menyebut, agenda sidang perdana yakni pembacaan dakwaan.

"Pembacaan surat dakwaan jaksa penuntut umum," ujarnya.

Rencananya, agenda sidang selanjutnya akan kembali dilaksanakan pada Januari 2020 mendatang.

"Insya Allah tanggal 2 Januari 2020 agenda sidang selanjutnya dengan pemeriksaan saksi-saksi," jelasnya.

Kasus kerugian negara mencapai Rp 277 juta.

Dugaan pungli tersebut masing-masing ke pemilik tanah bervariatif.

Mulai dari Rp 500 ribu, Rp 2 juta hingga Rp 13 juta per sertifikat.

Sugiharto menyebut, jika sesuai perbup pembayaran untuk prona maksimal, Rp 250 ribu untuk pembayaran patok dan materai.

"Ada 226 orang yang membayar Rp 500 ribu dan 66 sertifikat untuk pembayaran Rp 13 juta," tambahnya.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved