Fakta Lain Video Viral Istri Tega Aniaya Suami Stroke di Pluit, Pelaku Kini Diawasi Dokter Kejiwaan

Fakta Lain Video Viral Istri Aniaya Suami Stroke di Pluit, Pelaku Kini Diawasi Dokter Kejiwaan

Instagram
Fakta Lain Video Viral Istri Aniaya Suami Stroke di Pluit, Pelaku Kini Diawasi Dokter Kejiwaan 

"Abis itu berdiri, dia korek pantat dia, gue cium bau eek lagi," ucap sang istri.

Tak hanya itu, sang istri juga meminta kompensasi sebesar Rp 1 miliar kepada sang suami yang stroke, dan meminta orang lain untuk mengurus sang suami.

"Kenapa ini orang, nggak tahu orang capek apa ya. Kalau dia mau pisah ama gue boleh, bayar Rp 1 M, sama syaratnya dia stroke lagi.

"Tolong jagain dia, dia hanya di ranjang aja," pungkas sang istri.

Tak lama, sang wanita memukul suaminya menggunakan tongkat.

Sang suami pun hanya bisa berteriak kesakitan, sambil memohon agar tak dipukuli.

Lebih parahnya lagi, hidung sang suami yang dipukul menggunakan tongkat sampai berdarah.

Kasus tersebut pun kini tengah didalami oleh pihak kepolisian.

Melansir laman Antara, pria yang ada dalam video diketahui bernama HT alias Ko Ahuang (64).

Pihak keluarga korban yang tak terima Ko Ahuang disiksa langsung melaporkan MF, istri korban ke Polsek Penjaringan, pada Selasa (17/12/2019) kemarin.

Seperti diberitakan Antara, pihak Polsek Penjaringan masih menelusuri status pernikahan MF dan Ko Ahuang di Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Terungkap bahwa sang istri ternyata hanya dinikahi secara agama dan belum tercatat di Catatan Sipil.

"Pendalaman sementara, yang bersangkutan adalah istri yang sudah menikah tapi secara agama belum resmi di Catatan Sipil," ungkap Kapolsek Penjaringan AKBP Imam Rifai.

Beredar kabar bahwa sang istri merupakan istri kedua, namun pihak kepolisian belum bisa memastikan hal tersebut.

Lantaran belum ada data mengenai istri pertama maupun istri kedua Ko Ahuang.

Sementara itu, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan pelaku.

Sebelumnya, pihak kepolisian menyarankan agar MF dibawa ke RS Jiwa di Grogol, Jakarta Barat.

Pihak rumah sakit pun membutuhkan waktu observasi selama kurang lebih dua minggu untuk mengetahui hasil pemeriksaan kejiwaan M.

Jika hasil pemeriksaan kejiwaan menunjukkan M menderita gangguan jiwa maka tidak bisa dikenakan unsur pidana.

"Hasil pemeriksaan rumah sakit jiwa sangat penting, karena akan menentukan status pelaku," pungkas Imam.

Artikel ini telah tayang di suryamalang.com dengan judul Jati Diri Wanita yang Memukuli Suami Pengidap Stroke Hingga Berdarah, Nikah Siri Jadi Istri Kedua, https://suryamalang.tribunnews.com/2019/12/18/jati-diri-wanita-yang-memukuli-suami-pengidap-stroke-hingga-berdarah-nikah-siri-jadi-istri-kedua?page=all.


Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved