Polres Mamasa

Saat Tak Ada yang Peduli, Pasutri di Balla Mendapat Bantuan Rumah dari Polres Mamasa

Pasangan suami istri (pasutri) diketahui bernama Markus (67) dan Marta, tinggal di atas gubuk berukuran kurang lebih 3x4 meter sejak 30 tahun yang lal

Semuel Mesakaraeng/Tribun Mamasa
Proses pembongkaran rumah milik Markus 

TRIBUNMAMASA.COM, BALLA - Setelah kurang lebih 30 tahun tinggal di atas gubuk reot, pasangan suami istri di Desa Balla Satanetean, Kecamatan Balla Mamasa, Sulbar akhirnya dapat bantuan rumah.

Pasangan suami istri (pasutri) diketahui bernama Markus (67) dan Marta, tinggal di atas gubuk berukuran kurang lebih 3x4 meter sejak 30 tahun yang lalu.

Setelah bertahun-tahun, Markus akhirnya mendapat bantuan bedah rumah dari Kepolisian Resort Mamasa.

Bersama istrinya, Markus dikaruniai delapan orang anak yang masing-masing telah berkeluarga.

Lantaran anaknya tinggal terpisah dengan dia, Markus dan istrinya tinggal berdua di atas gubuk reot terletak tak jauh dari pusat perkampungan Dusun Batarirak.

Sejak ia tinggal digubuk miliknya selama bertahun-tahun, Markus mengaku tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah.

"Tidak pernah, hanya bantuan pendamping keluarga harapan yang didapat mamanya baru-baru ini," ujar Markus Selasa (17/12/2019) pagi tadi.

Hal itu dibenarkan kepala Desa Balla Sataneten, Yusuf Rahmat Demmandulu.

Kepada wartawan Yusuf mengatakan, baru kali ini Markus mendapat bantuan dari Kepolisian.

Sebelumnya kata dia, Desa Balla Satanetean tidak pernah mendapat program bantuan perumahan.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved